Warga Terdampak Lumpur Proyek di Telukjambe Barat Mengadu: Laporan Diabaikan, Ancaman Menguat

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 09:12 0 148 admin

KARAWANG, inspirasirakyat.id – Derita warga di sekitar proyek yang dikelola oleh PT Visindo Maju Sejahtera kian memuncak. Proyek yang berlokasi di wilayah CisalaK Utara, Desa Margakaya, RT 011 RW 004, Kecamatan Telukjambe Barat, diduga menjadi sumber bencana lumpur yang kini merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.

Keterangan yang disampaikan oleh Koko Stnto melalui akun media sosialnya mengungkapkan, awal mula permasalahan terjadi ketika limpasan lumpur dari proyek tersebut mulai masuk ke area permukiman warga. Tidak hanya mengotori lingkungan, lumpur juga menyebabkan saluran air tersumbat, memicu genangan yang semakin parah saat hujan turun.

“Sekarang hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumah. Ini sudah sangat merugikan kami,” ungkap Koko dalam keterangannya.
Lebih lanjut, warga mengaku telah berulang kali melaporkan persoalan ini kepada pemerintah desa setempat. Namun, respons yang diterima justru dinilai nihil. Pemerintah desa disebut seolah menutup mata dan telinga terhadap penderitaan masyarakat.

Tak berhenti di situ, laporan juga telah dilayangkan ke Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Polsek Telukjambe Barat, hingga Polres Karawang. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tindakan nyata dari pihak-pihak terkait.

Situasi semakin memanas ketika warga berinisiatif menghentikan aktivitas proyek. Alih-alih mendapatkan solusi, mereka justru dihadapkan pada intimidasi.

“Kami malah dihadapkan dengan orang-orang keamanan yang diduga disewa. Terjadi ancaman bahkan kekerasan. Semua ada bukti dan video,” tambahnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari warga yang merasa hak-haknya sebagai masyarakat terabaikan. Mereka mempertanyakan komitmen pemerintah dan aparat dalam melindungi warganya dari dampak aktivitas industri yang diduga merugikan.

Seruan pun diarahkan kepada pimpinan daerah. Warga berharap perhatian serius dari Aep Saepulloh serta Dedi Mulyadi untuk segera turun tangan.

“Kami mohon bantuan, Pak Bupati, Pak Gubernur. Kami sudah sangat resah. Tidak ada tindakan dari mana pun,” tegasnya.

Kasus ini menjadi cermin buram lemahnya pengawasan terhadap proyek-proyek yang berdampak langsung pada masyarakat. Jika benar terjadi pembiaran, maka bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan penegak hukum ikut tergerus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Visindo Maju Sejahtera dan instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi.red/IR

SUMBER: AKUN FACEBOOK KOKO STNTO

Related Posts: