KARAWANG, Inspirasirakyat.id–Di sebuah sudut Jalan Bojongkarya 1, Desa Rengasdengklok Selatan, gema doa melangit dengan khidmat. Bukan sekadar seremoni, kehadiran media online Tinta Merah Net ditandai dengan sebuah langkah mulia: merangkul mereka yang membutuhkan dan bersimpuh memohon keberkahan.
Pimpinan Redaksi Tinta Merah Net, Reynaldii, didampingi sang istri tercinta, memilih cara yang bersahaja namun mendalam untuk merayakan lahirnya media mereka. Mereka mengundang anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar untuk berbagi kebahagiaan dan doa bersama di kediamannya, Karawang.
Sebelum santunan diserahkan, suasana haru menyelimuti acara saat lantunan doa bersama dipanjatkan. Di hadapan rekan-rekan sejawat insan pers, Reynaldii mengungkapkan bahwa keberhasilan mendirikan media ini bukanlah sekadar pencapaian bisnis, melainkan amanah yang harus diawali dengan niat suci.
“Alhamdulillah, di tengah kesibukan memulai langkah baru ini, kami diberikan rezeki dan waktu yang tepat untuk menoleh sejenak kepada anak-anak kami (yatim piatu). Acara ini adalah bentuk sujud syukur kami. Kami ingin Tinta Merah Net berdiri di atas landasan keberkahan,” tutur Reynaldi dengan nada rendah hati.(14/4/2026)
Lahirnya Tinta Merah Net bukan sekadar menambah daftar media digital, melainkan membawa visi untuk menjadi lentera informasi di tengah derasnya arus kabar. Reynaldii berharap, setiap goresan berita yang dihasilkan nantinya mampu menjadi rujukan yang jernih bagi masyarakat.
Menjadi wadah informasi yang akurat, berimbang, dan menjunjung tinggi kepercayaan pembaca.
Menjalin kemitraan yang kokoh dengan elemen Pemerintah, Kepolisian, TNI, serta sektor Swasta demi kemajuan bersama.Menjadi mata dan telinga masyarakat dalam menyuarakan kebenaran.“Kami bermimpi media ini bisa menjadi mitra strategis bagi semua instansi, dan yang paling penting, menjadi sumber berita yang memanusiakan pembacanya,” pungkas Reynaldii menutup pembicaraan.
Sore itu, senyum dari wajah anak-anak yatim menjadi saksi, bahwa Tinta Merah Net telah memulai langkahnya bukan dengan euforia, melainkan dengan doa dan cinta.
Teguh Brawijaya