SUBANG, inspirasirakyat.id – Peredaran obat keras golongan G seperti tramadol dan Eximer di wilayah Kedawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, kian meresahkan. Praktik ilegal ini disebut-sebut berlangsung terang-terangan tanpa hambatan berarti, memicu kemarahan warga yang menilai lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum (APH).
Pada Rabu, 25 Maret 2026, tim investigasi bersama Koordinator Wilayah Jabar 2 media Inspirasirakyat.id turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat. Hasilnya, dugaan peredaran obat keras tersebut bukan sekadar isu—melainkan realitas yang terjadi di tengah lingkungan warga.
Ironisnya, mayoritas pembeli didominasi kalangan anak muda. Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku sekolah diduga sudah terjerat konsumsi obat-obatan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan rusaknya generasi muda akibat lemahnya kontrol terhadap distribusi obat keras.
“Ini sudah sangat meresahkan. Anak-anak sekolah saja bisa dengan mudah mendapatkan obat seperti itu. Aparat ke mana?” ungkap salah satu warga dengan nada geram.
Saat tim mencoba melakukan konfirmasi kepada penjual, respons yang diterima justru menunjukkan sikap acuh tak acuh. Penjual terlihat tidak gentar, bahkan terkesan percaya diri seolah kebal hukum. Situasi ini memunculkan dugaan adanya “beking” kuat di balik bisnis ilegal tersebut.
Kondisi ini semakin mempertegas pertanyaan publik terhadap kinerja APH setempat. Warga menilai belum ada tindakan nyata dan tegas untuk memberantas peredaran obat keras yang jelas melanggar hukum dan membahayakan masyarakat.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum di wilayah Subang, khususnya di Kecamatan Pabuaran, untuk segera turun tangan. Penertiban dan penindakan tegas dinilai mendesak dilakukan guna memutus rantai peredaran obat keras serta melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Kedawung akan menjadi titik rawan baru peredaran obat-obatan berbahaya di Kabupaten Subang. Aparat diharapkan tidak lagi menutup mata, dan segera membuktikan komitmennya dalam menjaga keamanan serta masa depan masyarakat. Dani/red