KARAWANG, inspirasirakyat.id – Kondisi Jalan Raya Jatisari, Karawang, bak bom waktu yang terus mengancam keselamatan pengguna jalan. Bagaimana tidak, sudah hampir dua bulan lamanya ruas jalan vital ini dibiarkan dalam kondisi rusak parah tanpa sentuhan perbaikan dari pihak berwenang. Penantian yang tak berujung ini memicu kemarahan warga, yang kini lantang mempertanyakan ke mana aliran dana pajak kendaraan bermotor yang selama ini mereka bayarkan.
Salah seorang pengguna jalan, Rudi (31 tahun), mengungkapkan kekecewaannya pada Selasa (14/05/2025). Dengan nada heran bercampur geram, ia mempertanyakan efektivitas pemerintah dalam mengelola anggaran. “Ini aneh kan, kita sebagai pengguna jalan rutin membayar pajak kendaraan bermotor, tapi kondisi jalan justru rusak parah dan membahayakan nyawa. Seharusnya alokasi pajak kendaraan itu difokuskan untuk infrastruktur jalan, bukan malah dialihkan ke hal yang lain,” ujarnya dengan nada bertanya yang mengandung tuntutan.
Pantauan langsung tim inspirasirakyat.id pada hari yang sama memperlihatkan pemandangan yang memilukan. Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, membentang dari sekitar Jembatan Jatisari hingga area Kantor Balai Desa Jatisari dan sebaliknya, benar-benar mengkhawatirkan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi ini kini lebih mirip kubangan berlumpur dengan lubang-lubang menganga dan permukaan aspal yang hancur tak berbentuk.
Kondisi ini jelas bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga mengancam nyawa. Pengendara sepeda motor menjadi pihak yang paling rentan tergelincir dan jatuh akibat jalan yang tidak rata dan berlubang. Sementara itu, pengendara mobil dan truk pun harus berjibaku menghindari kerusakan kendaraan dan potensi kecelakaan yang lebih fatal.
Ironisnya, kegelapan malam semakin memperparah situasi. Minimnya penerangan jalan di sepanjang ruas yang rusak ini membuat para pengendara harus berjuang ekstra keras untuk menghindari jebakan-jebakan jalan yang tak terlihat. Risiko terperosok dan mengalami kecelakaan pun meningkat berlipat ganda.
Warga Jatisari kini berada di ujung kesabaran. Mereka menuntut tindakan nyata dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah sangat membahayakan ini. Bagi mereka, ini bukan lagi sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan soal hak atas keselamatan yang diabaikan. Pertanyaan krusial yang terus menggema adalah: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan Jalan Raya Jatisari? Rakyat menunggu jawaban tegas dan tindakan segera sebelum kerusakan jalan ini merenggut nyawa lebih banyak lagi. (Red)
sumber : ig ckpinfo