Pemalang, inspirasirakyat id – Perjalanan kesehatan seorang wanita muda bernama Mira Yuliati (awal 30-an) di Pemalang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah diagnosis tak terduga mengungkap adanya tumor otak. Selama dua tahun terakhir, Mira terus-menerus merasakan sakit kepala yang tak kunjung mereda, mendorongnya untuk mencari pertolongan medis.(04/04/2025)
Awalnya, berbagai upaya pengobatan ke dokter umum telah ditempuh, namun keluhan sakit kepala tersebut tetap persisten. Sempat menduga kondisi kesehatannya dipengaruhi oleh anemia yang kerap dialaminya, Mira terus berupaya mencari akar permasalahan yang sebenarnya. Hingga akhirnya, pemeriksaan CT scan memberikan jawaban yang mengejutkan: sebuah tumor berukuran lebih dari dua sentimeter telah terdeteksi di otaknya.
“Sudah beberapa kali berobat, ke dokter umum, tapi sampai obatnya habis nggak juga ada perubahan. Akhirnya berobat terus dan sempat mikir karena anemia, karena memang aku selalu rendah darahnya,” ungkap Mira dalam wawancara pada Kamis (3/4/2025), mengenang masa-masa awal perjuangannya. “Tapi sakit kepalanya terus hilang timbul,” imbuhnya.
Tantangan lain yang dihadapi Mira adalah akses menuju fasilitas kesehatan yang relatif jauh dari kediamannya, terutama dalam masa pemulihan pasca operasi. “Selama enam bulan karena saraf kanan belum kembali normal maksimal, masih harus terus fisioterapi, dan dari rumah ke RS itu jauh,” jelasnya.
Demi memulihkan kekuatan kakinya dan mengatasi rasa tidak seimbang yang dialaminya pasca operasi, Mira menjalani serangkaian sesi fisioterapi. Lebih lanjut, berdasarkan keterangan dari dokter yang menanganinya, disinyalir bahwa penggunaan kontrasepsi suntik dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor pemicu munculnya tumor otak tersebut. “Jadi aku sampai sekarang nggak boleh suntik KB jenis apapun, kecuali pakai IUD,” katanya.
Meskipun telah menjalani tindakan operasi, Mira tetap harus melakukan pemantauan kondisi kesehatannya secara berkala melalui pemeriksaan MRI setahun sekali. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan perkembangan tumor di kemudian hari. Kisah Mira menjadi pengingat akan pentingnya mendengarkan tubuh dan mencari penanganan medis yang tepat untuk keluhan kesehatan yang berkepanjangan.(Red/R.T)