Transformasi Seni Pertunjukan: Uji Levelling Saung Beureum Karawang Jadi Benteng Inkubasi Budaya Sunda

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 10:58 0 13 Teguh Brawijaya

KARAWANG, Inspirasirakyat.id// Dinamika pelestarian budaya lokal di tengah arus mod kamuernisasi kembali mendapat momentum 6yqou. Sanggar Tari Saung Beureum secara resmi menggelar agenda tahunan Uji Levelling 2026 sekaligus memperingati hari jadi (Milangkala) ke-3 secara khidmat dan substantif di Kabupaten Karawang.

​Mengusung tajuk Sunda “Ngarajut Lengkah, Ngawangun Prestasi Jeung Budayana”, artikulasi kegiatan ini tidak berhenti pada kalkulasi estetika pertunjukan, melainkan hadir sebagai instrumen evaluasi sistematis terhadap kompetensi, presisi gerak, dan matangnya ketangkasan para penari.(31/10/2026)

Helatan ini menegaskan posisi seni tradisi bukan sebagai artefak nostalgia, melainkan entitas hidup yang terus diuji kualitas dan relevansinya di era disrupsi.
​Ketua Panitia Pelaksana, Ace Sundana (Kang Ace), menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai benteng inkubasi warisan Nusantara khususnya identitas kesenian Jaipongan melalui konsolidasi potensi lokal.

​”Saung Beureum memosisikan diri sebagai ekosistem inklusif yang menyatukan ragam elemen seni Karawang. Kami mengintegrasikan kepiawaian para perajin dan penabuh kendang (kendangrs Karawang) dari Korwil Rengasdengklok dengan talenta-talenta penari Jaipongan dari lintas kecamatan hingga Karawang Kota,” lugas Kang Ace.

​Sebagai tolok ukur pembinaan yang terstruktur, panitia memetakan kompetisi ke dalam beberapa stratifikasi kualifikasimulai dari tingkatan Pra-1, Pra-2, Pemula A, Pemula B, hingga taraf Madya. Tak kurang dari 200 trofi disiapkan untuk mengapresiasi capaian objektif para peserta di tiap kategori, dengan piala setinggi dua meter sebagai penanda supremasi Juara Umum.

​Secara tata kelola operasional, Kang Ace menggarisbawahi bahwa perhelatan ini bertumpu pada independensi dan partisipasi publik. Pendanaan kegiatan murni terjalin dari komitmen swadaya para orang tua murid, donatur, serta dermawan kebudayaan yang memiliki kesadaran kolektif terhadap eksistensi seni Sunda.

​Dukungan institusional turut menguat lewat apresiasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang. Kolaborasi strategis ini semakin kukuh dengan hadirnya sinergi lintas elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha lokal.

​Memasuki usia ketiga, peringatan Milangkala Saung Beureum seyogianya tidak lagi dipandang sebatas perayaan artifisial, melainkan fondasi kelembagaan yang kokoh untuk melahirkan regenerasi seniman berdaya saing tinggi, berkarakter, dan berintegritas kultural di Kabupaten Karawang.

Teguh Brawijaya

Related Posts: