JERIT PILU KARAWANG UTARA: Terendam Banjir, Warga Menuntut “Bantuan Nyata, Bukan Janji Belaka!”

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 04:24 0 317 REDAKSI

KARAWANG,inspirasirakyat.id – Jerit histeris dan tangis pilu warga mewarnai terjangan banjir yang kembali menghantam kawasan pesisir utara Karawang, tepatnya di Kampung Srani, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya. Di tengah kepungan air yang melumpuhkan aktivitas, warga menuding pemerintah daerah seolah menutup mata dan menjadikan bencana ini sekadar “agenda tahunan” tanpa solusi nyata.

Minggu (18/01/2026), pemukiman di RT 06/02 Dusun Cinara berubah menjadi lautan cokelat. Bukan sekadar genangan, banjir kali ini menyapu harapan warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan buruh harian.

Nada, salah satu warga terdampak, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat melihat rumah dan sumber penghidupannya terendam. Dengan suara bergetar, ia meminta para pemangku kebijakan untuk turun langsung melihat penderitaan rakyat, bukan hanya memantau dari balik meja kerja yang nyaman.

“Kami butuh perhatian nyata, bukan janji manis! Perekonomian kami lumpuh total. Kami ini petani berpenghasilan rendah, tidak punya tabungan untuk bertahan hidup sehari-hari jika kondisi seperti ini terus dibiarkan,” ungkap Nada dengan nada pedih.

Kekecewaan warga mencapai puncaknya karena merasa banjir di wilayah Tirtajaya hanya dianggap sebagai siklus rutin yang tak kunjung diintervensi dengan kebijakan infrastruktur yang serius. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, serta jajaran Legislatif dan Yudikatif, untuk segera bertindak.

Bantuan Logistik Mendesak: Kebutuhan pangan dan air bersih bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian.

Solusi Infrastruktur: Evaluasi sistem drainase dan tanggul di pesisir utara agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Kehadiran Pemerintah: Warga meminta pejabat tidak “bersembunyi” dan segera meninjau lokasi untuk merasakan langsung beban rakyat.

“Jangan jadikan tangisan kami hanya tontonan atau laporan di atas kertas. Kami butuh langkah konkret untuk menyambung hidup,” pungkas Nada.(Teguh wj)

Related Posts: