Geng Solo Diduga Jadi Dalang di Balik Situasi Chaos Demonstrasi

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Sep 2025 10:59 0 208 admin

JAKARTA, inspirasirakyat.id – Situasi demonstrasi yang terus memanas dalam beberapa hari terakhir diduga kuat didalangi oleh ‘shadow connection’ atau kelompok gelap yang bertujuan melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik dan kebijakan publik, Adib Miftahul.

Adib menduga, kelompok gelap ini merupakan para loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang kerap disebut Geng Solo. Mereka beroperasi secara nonstruktural dan punya satu tujuan, yakni menekan pemerintahan Prabowo hingga mengalami delegitimasi.

“Jika pemerintahan Prabowo sampai tertekan dan delegitimasi, siapa yang diuntungkan? Tentu kekuasaan-kekuasaan lama,” kata Adib dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (31/8) malam.

Menurut Adib, aksi anarkis yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah memiliki pola yang terorganisir. Mereka memanfaatkan isu-isu politik dan ekonomi saat ini, seperti arogansi anggota DPR, isu PHK, dan anjloknya ekonomi, sebagai “jembatan” untuk menjalankan operasinya. Isu-isu ini tidak menjadi tujuan utama, melainkan hanya sebagai pijakan untuk menekan Presiden Prabowo.

“Para ‘shadow connection’ ini juga melakukan pola-pola disrupsi informasi di mana publik gampang dikerahkan karena viralnya berita di media sosial. Propaganda dan lain sebagainya. Mereka mendapatkan berita yang tidak tepat,” jelasnya.

Adib menambahkan, dalam situasi ini, kepolisian menjadi pihak yang paling dirugikan dan dikorbankan oleh kelompok gelap tersebut.

Senada dengan pernyataan tersebut, sebelumnya Koordinator Laskar Cinta Jokowi, Suhandono Baskoro, secara terbuka menyerang kewibawaan Presiden Prabowo terkait kondisi keamanan imbas demonstrasi besar.

“Kerusuhan di depan DPR adalah bukti nyata bahwa negara gagal menjamin rasa aman rakyatnya. Presiden sebagai kepala negara bertanggung jawab penuh. Jika tak mampu, lebih baik mundur demi kebaikan bangsa,” tegas Suhandono pada Kamis (28/8) malam.

Laskar Cinta Jokowi, yang merupakan kelompok relawan pendukung Jokowi, juga memperingatkan bahwa wibawa negara akan hancur jika kegaduhan sosial tidak dapat ditangani.

Informasi yang beredar menyebut, unjuk rasa di berbagai daerah akan terus bergulir pada 1-3 September 2025. Pemerintah sendiri telah mengantisipasi dengan menginstruksikan TNI-Polri untuk menindak tegas setiap aksi yang mengarah pada perusakan dan pelanggaran hukum. Hal ini diputuskan dalam rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Minggu (31/8) malam. ( Red )

Related Posts: