Karawang, inspirasirakyat.id – Sempat menjadi teka-teki dan isu liar di tengah masyarakat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya buka suara terkait kelanjutan proyek ambisius Bahan Bakar Minyak (BBM) berbahan baku jerami nabati hasil kerjasama dengan pihak Bobibos.
Melalui unggahan terbaru di kanal YouTube pribadinya, KDM secara tegas menepis kabar miring yang menyebut proyek ini mangkrak. Ia memastikan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 15 Desember 2025 lalu masih tetap berlaku dan berjalan hingga akhir tahun.
KDM menyadari adanya keresahan publik karena proses produksi di Lembur Pakuan, Subang, belum terlihat berjalan maksimal setelah satu bulan berjalan. Ia mengakui adanya kendala teknis yang sempat menghambat progres di lapangan.
“Mungkin banyak yang bertanya bagaimana kelanjutan kerjasama dengan Bobibos. Sampai hari ini kerjasamanya masih berjalan. Kendalanya murni teknis, yaitu penyiapan bangunan dan area tanah,” ungkap KDM pada Rabu (24/12/2025).
Sebagai bukti keseriusan, KDM mengumumkan bahwa hambatan lahan kini telah teratasi. Ia telah menyiapkan lahan seluas 2 hektare yang diproyeksikan menjadi pusat operasional alat berat dan mesin produksi.
Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk:
KDM menjelaskan, jika pembangunan fasilitas di Lembur Pakuan telah rampung, truk pengangkut mesin akan segera bergeser ke lokasi dan proses produksi massal bisa langsung dimulai. Proyek ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi pemanfaatan limbah pertanian (jerami) menjadi energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
”Seluruh kelengkapan sudah disiapkan. Saya ucapkan terima kasih, semoga gagasan dan cita-cita ini bisa segera diwujudkan dalam karya yang lebih nyata,” tutupnya dengan nada optimis.
(Red)