Perayaan HUT RI ke-80 dan Syukuran Warga Baru PSHT, Simbolis Sinergi Budaya dan Patriotisme

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Agu 2025 04:33 0 154 REDAKSI

Karawang, inspirasirakyat.id – 31 Agustus 2025 – Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Karawang menggelar acara yang memadukan semangat kemerdekaan dengan tradisi tasyakuran warga baru. Berlokasi di Padepokan PSHT Purwasari, acara ini menjadi penanda simbolis dari sinergi antara semangat nasionalisme, tradisi pencak silat, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan anggota PSHT dan masyarakat sekitar memadati lokasi. Mereka hadir untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus menyambut anggota baru yang telah menyelesaikan pendidikan dan pengesahan sebagai warga PSHT.

Agenda dimulai dengan sambutan dari para petinggi pengurus cabang PSHT Karawang. Dalam pidatonya, mereka menekankan pentingnya peran PSHT sebagai benteng pelestarian budaya bangsa dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“PSHT bukan hanya tentang pencak silat. Ini adalah tentang karakter, tentang budi pekerti luhur, dan tentang bagaimana kita bisa berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar salah seorang petinggi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis pemotongan tumpeng, sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran prosesi pengesahan warga baru. Momen ini menandai babak baru bagi para anggota muda, yang kini secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT.

Selanjutnya, acara berlanjut dengan penyerahan piagam penghargaan dan bibit pohon penghijauan. Simbolis ini diserahkan langsung oleh perwakilan dari Padepokan Sorban, Kajaro Dede, kepada PSHT Cabang Karawang. Penyerahan bibit pohon ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk konkret dari komitmen PSHT dalam mendukung kelestarian lingkungan.

Atraksi seni menjadi penutup yang memukau. Para warga baru PSHT menampilkan kebolehan mereka dalam demonstrasi pencak silat. Pertunjukan ini tidak hanya memamerkan teknik-teknik beladiri, tetapi juga sarat akan nilai-nilai filosofis yang dianut PSHT.

Sesaat setelahnya, alunan musik dari organ tunggal mengiringi jalannya acara, menciptakan suasana santai dan akrab. Sejumlah anggota PSHT turut menyumbangkan suara, memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terjalin.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Semua yang hadir menundukkan kepala, memohon keberkahan dan bimbingan, agar PSHT dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. ( Red/Achiell)

Related Posts: