Dedi Mulyadi Menelusuri Jejak Sejarah Pajajaran di Batutulis, Ukuran Kaki Serupa dengan Tapak Raja Sunda

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Apr 2025 03:29 0 646 admin

BOGOR,inspirasirakyat.id – Kunjungan Dedi Mulyadi, tokoh publik Jawa Barat, ke Kota Bogor baru-baru ini menarik perhatian masyarakat. Dalam kunjungannya, ia melakukan penelusuran sejarah Kerajaan Pajajaran melalui prasasti-prasasti bersejarah di Bogor, termasuk prasasti Batutulis yang ikonik.(21/04/2025)

Salah satu momen menarik adalah ketika Dedi Mulyadi mencoba mencocokkan ukuran telapak kakinya dengan jejak kaki Raja Sunda yang terpahat di prasasti Batutulis. Dalam video yang diunggah di kanal KDM Channel pada Minggu, 20 April 2025, terlihat bahwa ukuran kaki Dedi Mulyadi hampir identik dengan jejak kaki yang terukir di batu tersebut.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga mencoba ritual batu lingga, di mana ia harus membelakangi batu dan menyentuhkan kedua tangannya. “Ini ujian berikutnya, Pak Gubernur,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, seperti yang dikutip dari tayangan KDM Channel. Kedua tangan Dedi Mulyadi berhasil bersentuhan, disambut dengan ucapan syukur dari orang-orang di sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat mengenai prasasti Batutulis, yang berisi tulisan Sunda kuno dan jejak telapak kaki manusia. Menanggapi cerita rakyat yang mengaitkan prasasti tersebut dengan kesaktian, Dedi Mulyadi menawarkan perspektif yang berbeda.

“Menurut saya, yang disebut kesaktian adalah ilmu pengetahuan. Teknologi pada masa itu sudah maju, sehingga mampu membuat pahatan abadi seperti ini,” jelas Dedi Mulyadi. “Tujuannya agar generasi penerus Prabu Siliwangi menjadi cerdas. Jika kita menganggap ini sebagai kesaktian leluhur, maka kita tidak akan termotivasi untuk belajar.”

Dedi Mulyadi juga mengklarifikasi anggapan bahwa dirinya adalah sosok yang mistis. “Saya ini dituduh mistis, padahal saya lebih condong ke akademis,” katanya. “Mari kita belajar. Jika leluhur kita sudah menulis seperti ini, maka kita harus lebih pintar dari mereka.”

Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi prasasti tersebut adalah tempat penobatan raja-raja Pajajaran, yang dikenal sebagai Pakuan Pajajaran. “Oleh karena itu, kantor gubernur wilayah dinamakan Kantor Gubernur Wilayah Pakuan Pajajaran. Semangat kita harus mencerminkan semangat Pakuan Pajajaran: lingkungan yang hijau, penataan kota yang baik, masyarakat yang egaliter, ramah, dan saling mendukung,” ujar Dedi Mulyadi, yang disambut dengan amin oleh hadirin.

“Dan banyak uangnya,” canda Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang disambut tawa oleh orang-orang di sekitarnya.

Dedi Mulyadi mengumumkan rencana pembuatan buku komprehensif tentang prasasti-prasasti di Bogor, yang akan melibatkan ahli geologi, sejarah, filologi, dan bidang terkait lainnya. “Agar informasinya lengkap dan tidak terkesan mistis,” pungkasnya.(Red/R.T)

Related Posts: