​Pancasila Rumah Bersama: Menjaga Nyala Nilai Luhur di Jantung Pers Indonesia

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Jun 2026 08:31 0 135 Teguh Brawijaya

JAKARTA ,Inspirasirakyat,id//– Di bawah naungan khidmat peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, sebuah refleksi mendalam digaungkan dari episentrum pers nasional. Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI), Iskandar, S.Sos, menegaskan kembali kodrat fundamental Pancasila bukan sekadar sebagai dasar negara, melainkan sebagai rumah besar tempat bernaungnya seluruh jiwa rakyat Indonesia.

​Di tengah riuh rendah dan kompleksitas gelombang zaman yang kian dinamis, Iskandar mengingatkan bahwa lima pilar suci—Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial—harus tetap menjadi kompas moral dan jangkar yang menjaga arah langkah kehidupan berbangsa.

​”Melalui momentum sakral Hari Lahir Pancasila tahun ini, saya mengetuk hati seluruh keluarga besar SWI, insan pers, serta segenap elemen bangsa untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, melainkan menghidupkannya dalam setiap embusan napas kehidupan sehari-hari,” tutur Iskandar melalui siaran pers tertulis, Senin (1/6/2026).

​Pers sebagai Penjaga Kebenaran dan Harmoni Bangsa.
​Sebagai pilar keempat demokrasi, insan pers memikul tanggung jawab moral yang luhur. Iskandar menekankan bahwa pena wartawan adalah senjata peradaban yang berfungsi untuk.

​Merawat ruang publik agar tetap sehat dan jernih dari polusi informasi.
​Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui narasi yang membangun dan mencerahkan.

​Menjadi benteng keadilan dan kebenaran yang berdiri tegak di atas kepentingan personal maupun golongan.
​”Pers yang sejati adalah pers yang bernapaskan Pancasila. Ia menempatkan profesionalisme dan etika jurnalisme di atas segalanya, serta mendedikasikan seluruh karyanya demi kehormatan dan persatuan bangsa,” tambahnya dengan penuh khidmat.

​Peringatan ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali peran media sebagai dirigen harmoni sosial dan penggerak roda pembangunan. Pancasila diharapkan senantiasa menjadi cahaya abadi yang menerangi jalan terjal bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.

​Mengakhiri seruannya yang penuh gelora, Ketua Umum SWI menyampaikan pesan penutup yang sarat akan doa dan harapan bagi negeri.

​”Dirgahayu Pancasila. Jayalah SWI, jayalah Pers Indonesia. Jayalah Indonesia.”
Teguh Brawijaya

Related Posts: