Gema Monas: Deklarasi Penghapusan Outsourcing, Sebuah Elegi untuk Martabat Pekerja

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Mei 2025 13:46 0 530 REDAKSI
Foto : HarianJogja/Genta Tenri Mawangi

 

Jakarta, Inspirasirakyat.id_Di bawah langit Monas yang kelam, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sebuah dekrit revolusioner: penghapusan sistem outsourcing. Dengan suara bergetar, ia memerintahkan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, sebuah forum yang akan diisi oleh para pemimpin serikat buruh terkuat di negeri ini, untuk merumuskan jalan keluar dari belenggu sistem yang telah lama menghantui kaum pekerja.

“Saya akan meminta dewan kesejahteraan nasional mempelajari bagaimana caranya kita, kalau bisa, tidak segera, tapi secepat-cepatnya kita ingin menghapus outsourcing,” ucapnya, sebuah janji yang menggema di antara ribuan pasang mata yang menatapnya dengan harapan.

Namun, di tengah gelora semangat perubahan, Presiden Prabowo juga menyuarakan peringatan yang tajam: “Kalau mereka (investor) tidak investasi, tidak ada pabrik, kalian tidak bekerja.” Sebuah realitas pahit yang menggambarkan dilema antara keadilan dan keberlanjutan ekonomi.

Sebagai langkah kongkrit, ia berencana mempertemukan 150 pimpinan buruh dan 150 pemimpin perusahaan dalam sebuah forum yang penuh ketegangan. “Saya akan mengatakan kepada para pengusaha, ‘Saudara-saudara tidak boleh mau kaya sekaya-kayanya sendiri, tanpa mengajak pekerja-pekerja hidup dengan baik’,” tegasnya, sebuah ultimatum yang menggantung di udara.

Di tengah janji-janji perubahan, Presiden Prabowo juga menyoroti upaya pemerintah dalam meringankan beban rakyat. “Negara juga tidak tinggal diam. Kami berjuang memberi pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat, pendidikan, kita juga memberi subsidi listrik, bantuan tunai langsung kepada mereka penghasilan rendah,” ungkapnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi yang lemah.

Lebih dari Rp500 triliun telah digelontorkan untuk rakyat miskin, namun Presiden Prabowo memperingatkan tentang kebocoran dana. “Tapi sekarang masalahnya kita harus jaga, mereka yang memerlukan, mereka yang terima. Jangan mereka yang tidak perlu, tapi terima juga bantuan dan subsidi, ini gak benar! Karena kita masih dapat laporan ada yang tidak berhak,” tandasnya, sebuah pengakuan akan tantangan dalam mewujudkan keadilan sosial.

Di lapangan Monas, hanya tiga konfederasi serikat buruh besar yang berdiri di sisi Presiden Prabowo: KSPI, KSBSI, dan KSPSI.

Sementara itu, di depan Gedung DPR RI, gelombang massa dari serikat buruh dan aliansi masyarakat sipil lainnya menggelar aksi demonstrasi, menyuarakan tuntutan mereka di tengah drama politik yang sedang berlangsung.
(Red/SA)

Sumber: CNNnews

Related Posts: