Nakhoda Perubahan: Bupati Herdiat Serukan Soliditas Tanpa Batas di Tubuh PGRI Ciamis

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 12:44 0 63 admin

CIAMIS, Inspirasirskyat.id//– Di bawah atmosfer hangat Idulfitri, ratusan pendidik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis berkumpul di Aula STIKes Muhammadiyah, Selasa (07/04/2026). Momentum Halal Bihalal ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan menjadi panggung bagi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, untuk membakar semangat para “pahlawan tanpa tanda jasa” tersebut.

Dalam orasinya, Herdiat menyebut PGRI sebagai entitas profesi yang memegang peran krusial dalam skema pembangunan daerah. Dengan jejaring yang menyentuh akar rumput, PGRI diharapkan mampu menjaga marwah dan integritasnya sebagai pilar intelektual bangsa.

“Menjadi guru adalah jalan pengabdian yang terjal. Dari ruang kelas TK hingga hiruk pikuk SLTA, ada perjuangan yang melampaui tugas administratif. Saya ingin PGRI Ciamis tegak berdiri sebagai organisasi yang disegani karena soliditasnya,” tutur Herdiat dengan nada penuh apresiasi.

Menembus Keterbatasan, Menuju Generasi Emas

Bupati tidak menampik realita pahit terkait tantangan fiskal daerah. Dengan kejujuran yang rendah hati, ia mengakui keterbatasan APBD belum mampu memayungi seluruh ekspektasi kesejahteraan guru secara ideal. Namun, di tengah keterbatasan itu, ia mengajak para guru untuk melihat jauh ke depan.

“Visi kita adalah 2045—Generasi Emas. Perbedaan kurikulum maupun infrastruktur di setiap jenjang hanyalah teknis, namun tujuannya tetap satu, membina peradaban masyarakat Ciamis melalui kualitas didik yang tak tertandingi,” tegasnya.

Benteng di Era Digital

Memasuki diskursus modernisasi, Herdiat mengingatkan bahwa guru adalah Agen Perubahan di tengah arus digitalisasi yang kencang. Ia memberikan sorotan tajam pada kerentanan generasi muda terhadap akses teknologi yang tanpa batas.

Keprihatinan Bupati semakin mendalam saat memaparkan data statistik; 83 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025 menjadi alarm keras. Baginya, guru bukan sekadar pengajar materi, melainkan benteng moral dan suri teladan bagi para siswa agar tidak tergerus dampak negatif zaman.

Mahkota Dedikasi

Puncak acara ditandai dengan momen penuh haru saat lima pendidik terpilih melangkah ke depan. Mereka menerima penghargaan atas dedikasi dan loyalitas tanpa batas yang telah mereka curahkan bagi dunia pendidikan di Tatar Galuh. Penghargaan ini menjadi simbol bahwa setiap tetes keringat guru senantiasa mendapat tempat terhormat di mata pemerintah daerah.

Editor & Jurnalis: acepfebri

Related Posts: