OPM Klaim Eksekusi 11 Pendulang, TNI-Polri Tegaskan Bukan Anggota Mereka

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Apr 2025 06:46 0 306 REDAKSI

Papua, Inspirasirakyat.id – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo kembali memanas menyusul klaim dari kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyatakan telah mengeksekusi 11 orang di area pendulangan emas. Dalam pernyataan yang beredar, OPM menuding belasan korban tersebut sebagai anggota intelijen Indonesia yang menyamar sebagai pendulang. (10/04/2025)

Klaim tersebut sontak dibantah keras oleh pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada personel TNI maupun Polri yang menjadi korban dalam insiden yang terjadi di kawasan pendulangan emas Kali I, Distrik Seradala tersebut.

“Informasi itu hoaks. Tidak ada prajurit TNI yang menjadi korban di Yahukimo. Ini adalah upaya propaganda murahan untuk menutupi tindakan brutal mereka terhadap masyarakat sipil,” ujar Brigjen Kristomei kepada awak media pada Rabu (9/4).

Senada dengan pernyataan Kapuspen TNI, Komandan Kodim 1710/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yuliarto, juga meluruskan informasi yang beredar. Ia memastikan bahwa seluruh korban yang berjumlah 11 orang tersebut adalah warga sipil yang berprofesi sebagai pendulang emas.

“Data yang kami peroleh jelas menyebutkan bahwa korban adalah para pendulang. Saat ini, kami sedang berupaya keras untuk melakukan evakuasi, namun terkendala oleh medan yang sangat sulit dijangkau,” jelas Letkol Inf Tommy.

Lokasi kejadian, Distrik Seradala, dikenal sebagai daerah terpencil dengan akses yang terbatas. Aparat keamanan saat ini tengah melakukan pengamanan intensif di sekitar lokasi dan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara jelas kronologi serta motif di balik peristiwa tragis ini.

Pihak kepolisian hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait identitas para korban. Proses evakuasi juga dilaporkan berjalan lambat akibat kondisi geografis yang menantang serta minimnya jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

Sementara itu, kondisi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih tegang pasca-klaim dari OPM tersebut. Aparat gabungan TNI-Polri terus meningkatkan kewaspadaan dan bersiaga penuh untuk mencegah terjadinya eskalasi kekerasan lebih lanjut di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. ( Red )

Related Posts: