Memperkuat Fondasi Kebangsaan, Bamsoet Dorong Transformasi FKPPI Jadi Kekuatan Strategis Pembangunan

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 10:14 0 11 Jiovanny Kuraiwan

JAKARTA,Inspirasirakyat.id — Menghadapi dinamika persaingan geopolitik, percepatan transformasi digital, hingga lanskap ekonomi global yang kian kompleks, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) dituntut untuk mengambil peran yang lebih strategis. FKPPI diharapkan hadir sebagai kekuatan masyarakat sipil yang adaptif, berakar pada nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjadi perekat antara negara dan masyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 yang juga menjabat Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), saat memimpin Rapat Persiapan Rapimnas FKPPI yang berlangsung secara daring dari Jakarta, Senin (20/7/2026).

“FKPPI lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Tugas kita hari ini adalah memastikan semangat persatuan, disiplin, pengabdian, dan bela negara tetap hidup dalam setiap denyut pembangunan nasional,” ujar Bamsoet.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat FKPPI, di antaranya Dewan Pakar I Dewa Putu Rai, Sekjen Anna R. Legawatie, Waketum Dudhie Makmun Murod dan Didiet Haryadi, serta jajaran Ketua Pusat seperti Hendri Dwiwantara, Norman Soni Sontani, Suryo Susilo, Ian Montratama, dan M. Shalahuddin.

Dalam arahannya, mantan Ketua DPR RI ke-20 ini merinci tiga akselerasi penting yang harus ditempuh FKPPI dalam menyongsong masa depan:

1. Optimalisasi Modal Sosial & Laboratorium Kepemimpinan

FKPPI memiliki modal sosial yang sangat kokoh—mulai dari struktur yang menjangkau pelosok desa, ikatan historis yang erat dengan TNI-Polri, hingga persebaran kader lintas sektor mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha, hingga akademisi.

​Bamsoet menekankan agar jaringan luas ini diarahkan secara nyata untuk:
​Mengembangkan ekonomi lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional.
​Memperkuat ketahanan wilayah serta mitigasi bencana.

​Menjadikan FKPPI sebagai laboratorium kepemimpinan nasional yang melahirkan kader berkarakter, berintegritas, dan solutif bagi masyarakat.

2. Penguasaan Ruang Digital & Tata Kelola Modern

Menghadapi generasi muda yang hidup di era siber, modernisasi internal menjadi agenda yang tidak bisa ditawar. FKPPI perlu mengadopsi pangkalan data (database) berbasis teknologi, meningkatkan efisiensi tata kelola, dan memperkuat narasi kebangsaan yang kreatif di ruang publik.

​“Penguasaan ruang digital adalah bagian penting dari pertahanan nasional masa depan. FKPPI harus mampu memimpin opini publik yang sehat, meningkatkan literasi digital, serta menangkal hoaks dan infiltrasi ideologi yang mengancam persatuan,” tegas Bamsoet.

3. Kemandirian Ekonomi & Penguatan Kader Daerah

​Sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berfokus pada hilirisasi, ekonomi berbasis pengetahuan, dan energi terbarukan, kader FKPPI di seluruh daerah didorong untuk aktif menggerakkan potensi ekonomi lokal.

Penguatan UMKM dan perluasan kolaborasi strategis dengan pemerintah maupun dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan KADIN Indonesia ini menegaskan komitmen FKPPI untuk terus mencetak generasi penerus yang tangguh secara intelektual dan moral.

“FKPPI harus hadir melahirkan kader bangsa, kader organisasi, dan kader bela negara yang profesional serta mampu beradaptasi dengan zaman. Dengan begitu, FKPPI akan terus berdiri teguh sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang menjaga keutuhan Indonesia,” pungkas Bamsoet.

Source: titik indonesia

Related Posts: