Kemewahan di Balik Soliditas: Estetika Baru Kepengurusan DPP SWI

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 07:23 0 13 ACEP FEBRI

JAKARTA ,Indpirasirakyat.id,//– Di dalam dunia organisasi modern, kemewahan sejati tidak lagi diukur dari megahnya atribut fisik, melainkan dari kedalaman komitmen, kebersamaan, dan visi para pemimpinnya. Semangat inilah yang kini sedang ditenun oleh Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI).

​Pasca-terpilihnya nakhoda baru, Ketua Umum SWI, Iskandar, secara resmi menginstruksikan seluruh elemen dan calon pengurus organisasi untuk menghadiri rapat pembentukan serta penyusunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SWI. Momentum krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Kantor Sekretariat SWI.

​Menyusun “Orkestrasi” Organisasi yang Elegan.

​Bagi Iskandar, menyusun kepengurusan bukan sekadar membagikan jabatan, melainkan sebuah proses kurasi yang anggun untuk menempatkan figur-figur profesional pada bidang yang tepat. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pondasi organisasi sekaligus mengakselerasi program kerja masa depan.

​Ia menegaskan bahwa “kemewahan” sebuah organisasi profesi jurnalis lahir dari keterlibatan kolektif yang aktif, di mana setiap pemikiran dihargai dan setiap kontribusi menjadi batu bata penyusun kejayaan bersama.

​”Saya mengajak seluruh rekan-rekan SWI untuk bersama-sama merajut organisasi ini dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan tanggung jawab yang tinggi. Kepengurusan yang akan kita bentuk harus mampu tampil sebagai motor penggerak yang anggun, membawa SWI semakin maju, serta menebar manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas,” tutur Iskandar dengan penuh optimisme.

​Musyawarah,Mahkota Tertinggi Pengambilan Keputusan.

​Di tengah dinamika zaman, SWI memilih jalan yang elegan dalam menentukan arah langkahnya, yaitu dengan menempatkan musyawarah sebagai prinsip tertinggi. Iskandar menekankan bahwa sebuah keputusan yang lahir dari mufakat memiliki nilai estetika dan kekuatan hukum moral yang jauh lebih kuat untuk dijalankan secara efektif.

​Rapat pleno mendatang tidak hanya akan menggodok struktur organisasi dan penempatan personel di pos-pos strategis, tetapi juga merumuskan cetak biru (blueprint) program kerja prioritas yang akan menjadi panduan kepengurusan di periode mendatang.
​”Musyawarah adalah kemewahan intelektual dalam organisasi yang sehat dan kuat. Saya berharap seluruh pihak dapat menuangkan pemikiran terbaiknya demi menjawab tantangan dunia jurnalistik ke depan,” tegasnya.

​Pertemuan ini menjadi undangan terbuka bagi sebuah awal yang baru. Dengan disiplin waktu dan partisipasi aktif yang diharapkan dari seluruh undangan, SWI siap bersolek menjadi organisasi wartawan yang tidak hanya profesional dan kompetitif, tetapi juga meninggalkan warisan berharga bagi dunia pers Indonesia.

Teguh Brawijaya

Related Posts: