Gubernur Jawa Barat Geram, Normalisasi Sungai Bekasi Terhambat Sertifikat Lahan Pribadi

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Mar 2025 04:52 0 255 admin

Bekasi,inpirasirakyat.id– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya progres normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi yang menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut. Dalam kunjungan langsungnya ke lokasi pada Senin (10/3/2025), Dedi menemukan bahwa kendala utama proyek ini adalah kepemilikan lahan oleh pihak swasta.

“Anggaran untuk normalisasi sebenarnya sudah ada, tetapi 50 persen proyek terhenti karena masalah lahan. Banyak lahan yang sudah bersertifikat, baik milik perorangan maupun perusahaan,” ujar Dedi dengan nada geram kepada wartawan, termasuk dari Kompas.com.

Dedi mencontohkan, progres normalisasi di Paket 6 dan 7 hanya mencapai 11,6 persen akibat masalah serupa. “Sungguh ironis, sungai yang seharusnya menjadi aset publik justru disertifikatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kecamnya.

Menurut Dedi, masalah sertifikasi lahan ini tidak hanya menghambat proyek normalisasi, tetapi juga berpotensi memperparah dampak banjir di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk melalui jalur hukum jika diperlukan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan mencari solusi alternatif, termasuk mengumpulkan dana sebesar Rp500 miliar jika perlu. Ini bukan masalah anggaran, tetapi masalah ketegasan dan keberanian untuk menegakkan kepentingan publik,” tegas Dedi.

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli atau memperjualbelikan lahan di sekitar DAS yang berpotensi menghambat proyek normalisasi. “Mari kita jaga sungai kita untuk kepentingan bersama. Jangan biarkan kepentingan pribadi merusak lingkungan dan menimbulkan bencana,” pungkasnya.

Sumber :https://www.youtube.com/@KANGDEDIMULYADICHANNEL

Related Posts: