Skandal “Proyek Siluman” di Srikamulyan Anggaran 2025 Amburadul, Kontraktor Masih ‘Ngecor’ di Tahun 2026!

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 08:05 0 179 admin

KARAWANG , Inspirasrskyat.id – Aroma busuk dugaan penyelewengan anggaran tercium menyengat dalam proyek Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Ciwaru, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang,Proyek yang seharusnya sudah mati kontrak sejak akhir tahun lalu, ditemukan masih dikerjakan secara serampangan hingga akhir Februari 2026.(20/2/2027)

Pantauan di lokasi mengungkap pemandangan ironis. Proyek senilai Rp179.181.000 yang bersumber dari uang rakyat (DPA Dinas Pertanian 2025) ini tak ubahnya “proyek zombie”. Secara administratif, proyek ini seharusnya tamat dalam 40 hari kalender, terhitung sejak 14 November hingga 23 Desember 2025. Namun, nyatanya PT Surya Mandiri Rahayu masih “bermain” di lapangan saat kalender sudah menunjukkan tanggal 28 Februari 2026.

Keterlambatan yang melampaui dua bulan ini memicu kecurigaan adanya “main mata” antara pihak kontraktor dan pengawas dinas terkait. Tak hanya soal waktu, kualitas pengerjaan pun menjadi rapor merah. Pengerjaan dilakukan secara manual, yang dinilai jauh dari standar teknis infrastruktur yang kokoh.

Seorang warga yang enggan disebut namanya meluapkan kekecewaannya.

“Ini murni pembodohan. Jatah tahun 2025 kok dikerjakan tahun 2026? Sisanya masih 60 meter dan dikerjakan manual. Kami curiga ini hanya untuk menggugurkan kewajiban tanpa memikirkan kualitas,” cetusnya pedas.

Secara regulasi, pengerjaan yang melewati tahun anggaran tanpa adendum yang jelas merupakan pelanggaran berat SOP Pengadaan Barang dan Jasa. Keterlambatan ini tak hanya memicu denda pinalti, namun juga indikasi kuat adanya kerugian negara akibat manipulasi waktu pelaksanaan.

Hingga saat ini, Ade Surya dari PT Surya Mandiri Rahayu seolah “ditelan bumi”. Bungkamnya pihak pelaksana menambah daftar panjang kecurigaan publik atas proyek yang diduga dikerjakan asal-asalan demi meraup keuntungan pribadi.

Publik kini mendesak Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Karawang untuk segera turun tangan. Jika dibiarkan, proyek JUT Srikamulyan akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola anggaran di Karawang yang seolah “tumpul” terhadap kontraktor nakal.Teguh wj/red

Related Posts: