KARAWANG, inspirasirakyat.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi perbaikan gizi masyarakat di Kabupaten Karawang kini berada di titik nadir. Fakta lapangan yang ditemukan di Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Dawuan Barat 1 mengungkap kondisi penyajian makanan yang tidak hanya tidak layak, tetapi juga membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Berdasarkan laporan yang masuk ke meja redaksi inspirasirakyat.id pada Jumat (13/03), praktik penyajian makanan yang buruk ini diduga telah berlangsung lama. Alih-alih mendapatkan asupan sehat, masyarakat justru disuguhi bahan pangan yang tampak seperti “limbah dapur”.
Seorang penerima manfaat yang menjadi saksi mata membeberkan bukti-bukti mencengangkan terkait menu yang didistribusikan oleh SPPG Dawuan Barat 1:
Ubi Ungu Berjamur: Ditemukan ubi ungu yang sudah mengeluarkan aroma dan rasa asam dan mulai ditumbuhi jamur. Mengonsumsi bahan pangan dalam kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan keracunan.
Telur Rebus “Berbumbu” Kotoran: Telur rebus yang disajikan diduga sangat tidak higienis. Fakta di lapangan menunjukkan kulit telur masih menempel kotoran ayam (tahi), menandakan proses pencucian bahan baku yang diabaikan total.
Buah Pear Busuk: Alokasi buah yang seharusnya segar justru ditemukan dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi.
Ironisnya, penderitaan penerima manfaat tidak berhenti pada makanan yang buruk. Ketika sejumlah warga mencoba mempertanyakan kualitas menu tersebut kepada pihak pengelola SPPG Dawuan Barat 1, mereka justru mendapatkan respons yang mengecewakan.
Bukannya melakukan evaluasi atau meminta maaf, pihak pengelola diduga menunjukkan sikap acuh tak acuh. Jawaban yang diberikan dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab moral sebagai penyedia layanan publik. Sikap “tutup kuping” ini memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam manajemen dapur SPPG tersebut.
Laporan warga juga mengarah pada dugaan bahwa SPPG ini sering memberikan keterangan menu yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Ketidaksinkronan antara laporan administratif dan fakta di piring penerima manfaat ini menuntut pengawasan ketat dari instansi terkait.
“Kami rakyat, bukan tempat pembuangan makanan sisa atau busuk. Jika ini disebut program ‘Bergizi’, di mana letak gizi dalam ubi berjamur dan telur yang masih ada kotorannya?” cetus salah satu penerima manfaat dengan nada geram.
Redaksi inspirasirakyat.id mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan SATGAS BGN KARAWANG untuk segera turun tangan melakukan sidak mendadak ke dapur SPPG Dawuan Barat 1. Jangan sampai anggaran negara yang besar untuk program MBG ini justru menjadi petaka bagi kesehatan rakyat kecil.
Achiell/red