Jakarta, Inspirasirakyat.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kecaman keras terhadap serangan militer Israel yang menewaskan lima jurnalis Al Jazeera di Gaza pada Minggu malam, 10 Agustus 2025.
Peristiwa tragis ini terjadi di luar gerbang Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza, di mana para jurnalis tengah berkumpul untuk meliput perkembangan terkini.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan duka cita mendalam dan mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip perlindungan jurnalis dalam konflik bersenjata.
“Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan militer Israel yang telah membunuh lima wartawan Al-Jazeera,” tegasnya.
Pelanggaran Kebebasan Pers dan Solidaritas Internasional
Menurut Prof. Sudarnoto, tuduhan Israel yang menyebut para jurnalis sebagai “teroris” adalah narasi tak berdasar yang sengaja digunakan untuk membenarkan kekerasan. Tuduhan ini telah dikecam oleh berbagai organisasi hak asasi manusia dan pers internasional.
Tragedi ini menambah panjang daftar jurnalis yang menjadi korban konflik. Berdasarkan data dari Committee to Protect Journalists (CPJ) per 24 Juli 2025, sebanyak 186 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh, di mana 164 di antaranya adalah warga Palestina.
Angka ini kemungkinan lebih tinggi mengingat sulitnya akses dan pendokumentasian di wilayah konflik.
Menanggapi situasi ini, MUI mendesak tiga hal penting :
* Mendesak dilakukannya penyelidikan independen internasional terhadap setiap serangan terhadap jurnalis.
* Menegaskan bahwa kebebasan pers adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi.
* Mengajak solidaritas global dari seluruh jurnalis untuk mengutuk kejahatan ini dan mendukung proses hukum terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ).

Rentetan Serangan terhadap Jurnalis Al Jazeera
Serangan pada 10 Agustus 2025 ini bukanlah yang pertama. Sejak konflik meletus, sedikitnya lima jurnalis Al Jazeera telah tewas dalam serangan Israel, termasuk Samer Abudaqa, Hamza Dahdouh, Ismail al-Ghoul, Rami al-Rifi, Ahmed al-Louh, dan Hossam Shabat.
MUI menekankan bahwa jurnalis harus dilindungi, bukan diserang, karena mereka memainkan peran krusial dalam menyuarakan kebenaran dan menjaga transparansi di tengah konflik. (Red/Juna)
Sumber ; detik.com