Mudik Lebaran 2026: Cek Jadwal Lengkap One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap di Tol Utama

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Mar 2026 14:58 0 166 admin

JAKARTA, inspirasirakyat.id– Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, pemerintah resmi merilis skema rekayasa lalu lintas guna membendung lonjakan kendaraan. Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga instansi—Kemenhub, Kementerian PU, dan Korlantas Polri—sejumlah strategi mulai dari One Way hingga Ganjil Genap akan diberlakukan secara serentak.

Bagi Anda yang berencana pulang kampung, pastikan mencatat jadwal krusial berikut agar tidak terjebak kemacetan atau salah rute:

1. Sistem One Way (Satu Arah)

Skema ini akan mengubah jalur menjadi satu arah untuk memaksimalkan kapasitas jalan tol.

  • Arus Mudik (Jakarta $\rightarrow$ Semarang):

    • Lokasi: Tol Jakarta-Cikampek (KM 47) s.d. Tol Semarang-Solo (KM 421).

    • Waktu: Selasa, 17 Maret (12.00 WIB) – Jumat, 20 Maret 2026 (24.00 WIB).

  • Arus Balik (Semarang $\rightarrow$ Jakarta):

    • Lokasi: Tol Semarang-Solo (KM 421) s.d. Tol Jakarta-Cikampek (KM 70).

    • Waktu: Senin, 23 Maret (12.00 WIB) – Minggu, 29 Maret 2026 (24.00 WIB).

2. Sistem Contraflow (Lajur Pasang Surut)

Berlaku di titik-titik krusial untuk mengurai penumpukan di gerbang tol atau rest area.

  • Tol Jakarta-Cikampek (KM 47 – KM 70):

    • Gelombang 1: 17 Maret (14.00 WIB) s.d. 20 Maret (24.00 WIB).

    • Gelombang 2: 21 Maret (12.00–20.00 WIB) & 22 Maret (09.00–18.00 WIB).

  • Arus Balik (KM 70 – KM 47): 23 Maret (14.00 WIB) s.d. 29 Maret (24.00 WIB).

  • Tol Jagorawi (KM 21 – KM 8): Berlaku khusus pada 24 dan 29 Maret pukul 14.00–19.00 WIB.

3. Aturan Ganjil Genap (Gage)

Harap diperhatikan pelat nomor kendaraan Anda sebelum memasuki ruas tol berikut:

A. Trans JawaKM 47 (Japek) – KM 414 (Semarang-Batang),  Mudik: 17-20 Maret, Balik: 23-29 Maret

B. MerakKM 31 – KM 98 (Tangerang-Merak), Mudik: 17-20 Maret, Balik: 23-29 Maret

Catatan Penting: Kebijakan ini bersifat situasional. Diskresi kepolisian di lapangan dapat mengubah jadwal sewaktu-waktu tergantung pada volume kendaraan yang melintas.

Pemerintah menghimbau pemudik untuk memeriksa kondisi kendaraan dan kecukupan saldo e-toll sebelum berangkat. Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 650.000 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek.

Redaksi Inspirasirakyat.id

Related Posts: