Ops Ketupat 2026: 173 Kecelakaan Terjadi dalam Semalam, 29 Orang Meninggal Dunia

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Mar 2026 06:21 0 136 REDAKSI

JAKARTA,inspirasirakyat.id – Polri mencatat angka kecelakaan yang cukup signifikan pada periode awal puncak arus mudik Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 12 jam, terhitung sejak Selasa (17/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (18/3/2026) pukul 06.00 WIB, telah terjadi 173 kecelakaan lalu lintas di berbagai jalur mudik.

Juru Bicara Operasi Ketupat 2026, Kombes Marupa Sagala, mengungkapkan bahwa insiden tersebut menelan puluhan korban jiwa.

“Dari 173 kejadian tersebut, sebanyak 29 orang meninggal dunia, 70 orang mengalami luka berat, dan 505 orang luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar,” ujar Marupa dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).

Seiring dengan meningkatnya angka kecelakaan, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta juga terpantau melonjak tajam. Data Polri menunjukkan sebanyak 142.000 kendaraan melintasi empat gerbang tol utama, atau naik sekitar 45 persen dari kondisi normal.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin parah, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menerapkan sejumlah rekayasa arus:

  • Sistem Satu Arah (One Way): Telah diberlakukan secara bertahap sejak Selasa sore di ruas Tol Trans Jawa, mulai dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 273 Tol Pejagan–Pemalang.

  • Perluasan One Way: Pada Rabu (18/3), direncanakan penerapan one way nasional hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, tergantung pada dinamika arus di lapangan.

Kondisi kritis juga terpantau di jalur penyeberangan menuju Pulau Jawa. Di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, antrean kendaraan pribadi dilaporkan mengular hingga belasan kilometer.

“Hingga Rabu pagi pukul 09.30 Wita, antrean dari arah Denpasar mencapai 11 kilometer (hingga depan SD 5 Melaya). Sementara dari arah Singaraja, antrean tercatat sekitar 100 meter dari Tugu Cekik,” tambah Marupa.

Langkah Penanganan di Pelabuhan:

  1. Sistem TBB: Sebanyak 23 kapal mulai menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) sejak pukul 08.00 Wita untuk mempercepat durasi bongkar muat.

  2. Optimalisasi Lahan: Petugas memaksimalkan buffer zone dengan sistem kanalisasi serta pengantongan kendaraan di Terminal Cargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik.

  3. Prioritas Kendaraan: Percepatan akses bagi kendaraan prioritas guna mengurai simpul kemacetan di area dermaga yang saat ini dilaporkan telah terisi penuh.

Polri mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kebugaran fisik dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna menekan angka kecelakaan di sisa periode mudik ini.

Redaksi Inspirasirakyat.id

Related Posts: