Jakarta, inspirasirakyat.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti serius gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda Bali, termasuk penutupan pabrik Coca-Cola yang berujung PHK 70 karyawan, serta ratusan pekerja pariwisata lainnya yang terdampak. Puan mendesak pemerintah segera bertindak nyata mengantisipasi dan menanggulangi badai PHK yang dinilainya sebagai bukti rapuhnya sektor ketenagakerjaan nasional, khususnya di daerah yang sangat bergantung pada sektor tertentu. (14/06/2025)
Menurut Puan, PHK bukan sekadar statistik, melainkan masalah sosial yang berdampak luas pada jutaan keluarga. Ia mengkritik belum adanya mekanisme konkret dan terukur dari pemerintah untuk merespons PHK massal, termasuk skema reskilling atau dukungan bagi pekerja yang beralih ke wirausaha/sektor informal.
Melihat fenomena PHK yang kini merambah dari manufaktur ke pariwisata, Puan mendorong pemerintah membentuk Gugus Tugas Nasional Penanggulangan PHK dengan prioritas daerah terdampak seperti Bali, Batam, dan kawasan industri. Selain itu, ia meminta evaluasi kebijakan efisiensi anggaran secara selektif, mengintegrasikan program Kemenaker dan Kemenparekraf (terutama dalam pelatihan digital dan penguatan UMKM pariwisata), serta memberikan insentif khusus bagi sektor hospitality dan manufaktur yang banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Puan menegaskan, jika negara gagal hadir di tengah krisis ketenagakerjaan ini, kepercayaan publik akan runtuh. Ia menuntut pemerintah membuktikan keseriusannya dalam melindungi pekerja yang kehilangan pekerjaan dan harapan. (Red )
Sumber :detik.com