Ketegangan Memuncak: India Lancarkan Serangan ke Wilayah Pakistan, Delapan Dilaporkan Tewas

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Mei 2025 02:05 0 285 REDAKSI

Internasional, inspirasirakyat – Ketegangan antara India dan Pakistan kembali mencapai titik didih setelah India melancarkan serangan ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada hari ini, Rabu (7/5/2025).

Serangan yang disebut Pakistan sebagai “tindakan perang yang terang-terangan” ini dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia.

Dilansir dari kantor berita Reuters, serangan ini menjadi insiden paling serius dalam lebih dari dua dekade terakhir antara dua negara tetangga yang sama-sama memiliki kekuatan nuklir tersebut.

Konflik ini merupakan eskalasi dari serangan bulan lalu di wilayah Kashmir yang dikuasai India, yang merenggut nyawa 26 wisatawan. India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun tuduhan ini dibantah keras oleh Islamabad.

Operasi militer India kali ini dinamakan Operasi Sindoor. Dalam pernyataan resminya, India mengklaim telah berhasil menghantam sembilan lokasi yang mereka identifikasi sebagai infrastruktur teroris yang digunakan untuk merencanakan serangan ke wilayah India. Sementara itu, pemerintah Pakistan menyatakan bahwa enam lokasi di wilayahnya menjadi sasaran serangan India.

Sumber pertahanan India kepada Reuters mengungkapkan bahwa target serangan termasuk markas kelompok militan Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba. “India telah menunjukkan pengendalian diri dalam pemilihan target dan cara pelaksanaan serangan,” demikian pernyataan pihak berwenang India.

Sebaliknya, Pakistan menuding India telah menembakkan rudal ke tiga lokasi yang berbeda dan mengklaim berhasil menembak jatuh lima pesawat milik India. Klaim ini hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak India.

Selain serangan udara, baku tembak sengit juga dilaporkan terjadi di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control/LoC), perbatasan de facto kedua negara di wilayah Himalaya, Kashmir. Polisi dan saksi mata melaporkan adanya saling serang antara militer kedua negara di berbagai titik perbatasan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam tindakan India. “Dalam tindakan yang terang-terangan melanggar hukum internasional, jet tempur India tidak memasuki wilayah udara Pakistan, tetapi menembakkan senjata jarak jauh ke permukiman sipil,” tegas kementerian tersebut.

Serangan lintas perbatasan seperti ini tergolong jarang terjadi sejak kesepakatan gencatan senjata tahun 2003, yang kembali ditegaskan pada tahun 2021. Terlebih lagi, serangan kali ini menargetkan wilayah di luar Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Warga Muzaffarabad, ibu kota Kashmir Pakistan, melaporkan terjadinya pemadaman listrik setelah ledakan yang terjadi pada Rabu. Militer Pakistan menginformasikan bahwa 35 orang mengalami luka-luka, dua orang hilang, dan delapan orang tewas akibat serangan tersebut.

Situasi di kawasan ini diprediksi akan semakin tegang menyusul perkembangan terbaru ini. Komunitas internasional diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya konflik yang lebih luas antara dua negara bersenjata nuklir ini. ( Red )

Related Posts: