KARAWANG,inspirasirakyat.id – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah Tahun 2025/2026.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dan dibuka oleh Bupati Karawang H. Aep Saepulloh di Gedung Pemda, Rabu (12/11/2025).
Pertemuan ini digelar sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan yang berpotensi membawa bencana banjir, cuaca ekstrem, dan abrasi.

Dalam sambutannya, Bupati H. Aep Saepulloh menegaskan status Kabupaten Karawang sebagai wilayah dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Ia mengungkapkan data hasil kajian risiko yang mencengangkan:
1.Seluruh kecamatan di Karawang memiliki potensi bencana signifikan.
2. Wilayah berisiko tinggi berada di Kecamatan Klari seluas 6.041 hektare.
3. Ancaman abrasi dan gelombang ekstrem mengintai wilayah pesisir seperti Cibuaya, Cilebar, dan Pakisjaya.
Bupati menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD. “Kami berharap seluruh unsur Forkopimda dapat membangun kolaborasi yang solid,” ujarnya.
Ia juga memberi penekanan keras pada kualitas pelayanan saat bencana terjadi: “Tidak boleh ada lagi warga yang terlambat mendapatkan bantuan atau tidak terlayani saat terjadi bencana.”
Menyambut seruan kolaborasi tersebut, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah menyatakan komitmen institusinya untuk mendukung penuh upaya kesiapsiagaan.
”Polres Karawang siap mendukung penuh sinergi lintas sektor, terutama dalam hal pengamanan, evakuasi, dan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak,” tutur Kapolres Fiki.
Rapat koordinasi ini menyepakati pentingnya perencanaan berbasis data ilmiah dan pengalaman lapangan untuk memastikan penanganan bencana di musim hujan 2025/2026 dapat berjalan lebih cepat, tepat, terkoordinasi, dan responsif. (Red/Bhunsai)