KARAWANG,inspirasirakyat.id – Ironi infrastruktur di Kabupaten Karawang kembali mencuat. Jalur vital Junti–Sampalan di Kecamatan Kutawaluya kini kondisinya menyerupai kubangan raksasa.
Lubang-lubang menganga yang digenangi air hujan seolah menjadi “jebakan maut” bagi setiap pengendara yang melintas.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Ida (55), salah seorang pengguna jalan yang sehari-hari harus bertaruh nyawa melewati jalur tersebut.
Kepada awak media inspirasirakyat.id, Ida tidak mampu menyembunyikan kegeramannya atas buruknya kualitas pengerjaan jalan yang selama ini dilakukan pemerintah. (08/02/2026)
Ida menyoroti pola perbaikan jalan yang hanya bersifat sementara atau “tambal sulam”. Menurutnya, anggaran negara seolah terbuang sia-sia karena jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
”Eta geus sababaraha kali ditambal sulam wae, angger wae da tidak ada perubahan sama sekali. Teu beres sih meureun milih kontraktorna!” ungkap Ida dengan nada tinggi, menyindir dugaan ketidakberesan dalam pemilihan pelaksana proyek.
Sikap abai Dinas PUPR Kabupaten Karawang menjadi sasaran kritik tajam. Warga menilai pemerintah daerah memiliki kebiasaan buruk, yakni baru akan bertindak serius setelah ada nyawa yang melayang di lokasi kejadian.
”Jangan sampai makan korban baru diperbaiki. Kebiasaan pemerintah kan gitu,” sindir Ida tajam.
Kondisi jalan yang bergelombang dan rusak parah ini bukan sekadar masalah kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan nyawa manusia. Masyarakat mendesak agar Dinas PUPR tidak lagi memberikan “obat penenang” berupa tambal sulam yang rapuh.
Warga menuntut realisasi nyata di tahun ini berupa:
Jalur Junti–Sampalan adalah nadi ekonomi dan akses utama warga Kutawaluya. Jika Pemerintah Kabupaten Karawang masih menutup mata terhadap urgensi ini, maka jangan salahkan masyarakat jika mosi tidak percaya terhadap kinerja Dinas PUPR semakin meluas.
Sudah saatnya rakyat Karawang mendapatkan hak mereka atas jalan yang layak, bukan sekadar genangan air dan janji-janji manis di atas kertas.(Red)
Editor : Hana Hardiana