Inspirasirakyat.id-Karawang | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciptamarga Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, mendapat kunjungan kehormatan dari owner TOKYO8 Global sebuah perusahaan startup teknologi pertanian (agritech) terkemuka asal Jepang.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola usaha desa di Karawang mulai dilirik oleh investor dan inovator teknologi global. Kehadiran jajaran petinggi koperasii asal Negeri Sakura tersebut disambut hangat oleh pengurus desa serta manajemen BUMDes Ciptamarga. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penjajakan kolaborasi pemanfaatan teknologi hayati modern guna menjawab tantangan penurunan kualitas tanah dan fluktuasi hasil panen yang kerap dihadapi oleh para petani lokal.
Direktur BUMDes Ciptamarga Panji Riyadi SH. MH menyampaikan, langkah progresif ini diambil demi membawa perubahan nyata di akar rumput. Ia memaparkan bahwa kerja sama ini sepenuhnya dirancang untuk kepentingan para petani di wilayahnya.
“Kami menerima kunjungan ini dalam rangka meningkatkan hasil pertanian di Ciptamarga. BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi, dan teknologi adalah kunci untuk menyejahterakan petani kami,” ujar Direktur BUMDes saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan. Selasa (19/05/26)
Sebagai informasi, TOKYO8 Global dikenal luas di industri agrikultur internasional berkat produk pupuk hayati dan biostimulan organiknya yang inovatif. Produk ini mengandalkan konsorsium lebih dari 1.500 jenis mikroorganisme ramah lingkungan yang mampu memperbaiki struktur agregat tanah, meningkatkan retensi air, serta mempercepat penyerapan nutrisi oleh tanaman.
Melalui skema kemitraan yang dijajaki, BUMDes Ciptamarga direncanakan menjadi mitra strategis dalam penyaluran dan edukasi teknologi hayati ini kepada kelompok tani setempat. Penggunaan formula berbasis mikrobiologi Jepang ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetik, menekan biaya modal produksi, sekaligus mendongkrak produktivitas gabah maupun hortikultura hingga mendekati potensi maksimalnya.
Kunjungan ini juga sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan desa yang tengah digalakkan secara masif di Kecamatan Jayakerta. Jika kerja sama ini berjalan mulus, Ciptamarga berpeluang menjadi desa percontohan (pilot project) pertanian berbasis sirkular ekonomi dan bioteknologi di Kabupaten Karawang.
Pihak desa berharap program ini tidak berhenti pada seremonial kunjungan saja, melainkan berlanjut pada pelatihan teknis (demonstration plot) langsung di sawah-sawah milik warga. Langkah maju yang diinisiasi oleh BUMDes Ciptamarga ini membuktikan bahwa lembaga usaha tingkat desa mampu berpikir global dan bertindak lokal demi ketahanan pangan berkelanjutan.
(Bunshal)