Gema “Cing Eling”: Manifesto Ketangguhan Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Mengguncang Jiwa

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 06:26 0 13 admin

TASIKMALAYA, Inspirasirakyat.id//24 April 2026 — Di balik seragam hijau yang anggun, tersimpan kekuatan yang tak tergoyahkan. Hari ini, gedung pertemuan Kodim 0612/Tasikmalaya bukan sekadar saksi bisu sebuah rapat rutin, melainkan saksi lahirnya sebuah gerakan kesadaran.

Dua kata sederhana, “Cing Eling,” meledak menjadi energi besar yang membakar semangat ratusan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII.

Acara ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah ruang refleksi radikal. Pertemuan Gabungan ini menjelma menjadi medan penguatan mental bagi para istri prajurit benteng terakhir di balik sosok-sosok penjaga kedaulatan bangsa.

Suasana terasa magis saat lantunan Indonesia Raya dan Hymne Persit membahana, mengisi setiap sudut ruang dengan getaran patriotisme yang nyata.

Kebijaksanaan di Atas Segalanya
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., tampil bukan hanya sebagai pembina, melainkan sebagai kompas moral.

Pesannya menghujam jantung.
“Benar belum tentu baik, dan baik belum tentu benar.”

Kalimat ini menjadi tamparan sekaligus pencerahan. Beliau menegaskan bahwa hidup bukan sekadar menghitung hari, melainkan menakar makna. Di tengah hiruk-pikuk dunia, beliau mengajak para istri prajurit untuk menarik napas sejenak, menumbuhkan husnudzon (prasangka baik), dan menjadikan doa sebagai satu-satunya kekuatan yang mampu melampaui logika.

Ketua Persit, Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim, menyambung estafet energi tersebut dengan sebuah peringatan keras namun penuh kasih. Di era digital yang ganas, beliau mengingatkan bahwa nilai-nilai Suluh Persit—Suci, Setia, Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe—adalah harga mati.

“Cing eling!” seru beliau. Sebuah peringatan agar para ibu tidak terseret arus negatif.

Perang Melawan Judi & Pinjol, Tegas menjauhi jeratan finansial yang menghancurkan rumah tangga.

Literasi Digital, Bijak dalam jempol, santun dalam kata di media sosial.

Harmoni Keluarga, Menjadikan rumah sebagai surga komunikasi, bukan penjara rahasia.

Mandiri dan Berdikari
Kemandirian bukan sekadar wacana.

Lapak-lapak UMKM anggota Persit yang memenuhi area kegiatan menjadi bukti sahih,bahwa perempuan-perempuan ini adalah petarung ekonomi. Dari kerajinan tangan hingga produk berizin resmi, mereka menunjukkan bahwa kreativitas adalah senjata untuk tetap tegak berdiri.

Konklusi,Kekuatan dalam Kesadaran
Acara ditutup dengan satu pertanyaan yang menggantung di udara, membuat setiap hadirin terdiam dalam haru.

“Sudahkah ibu-ibu bersyukur hari ini?”
Seketika, “Cing Eling” bukan lagi sekadar bahasa Sunda. Ia bertransformasi menjadi mantra kehidupan. Bahwa di balik tugas berat suami menjaga ibu pertiwi, ada doa-doa yang selalu terjaga dan hati yang selalu sadar,hati yang selalu Eling.

Persit Kodim 0612/Tasikmalaya hari ini membuktikan: mereka bukan hanya pendamping, mereka adalah sumber energi utama.
Red/@cepfebry

Related Posts: