Hangatnya Tangan-Tangan Persit di Jumat Berkah: Berbagi Nasi Box, Menyulam Kepedulian di Jantung Kota Tasikmalaya

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 11:09 0 74 admin

TASIKMALAYA.inspirasirakyat.id – Di bawah langit sore yang menyelimuti Jalan Otto Iskandardinata No. 11, sebuah pemandangan kontras tersaji di depan Markas Kodim 0612/Tasikmalaya. Di tengah hiruk-pikuk arus kendaraan dan langkah terburu-buru warga menjelang berbuka, hadir ketenangan yang dibawa oleh barisan seragam hijau yang hangat.

​Pada Jumat (20/02/2026), Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII kembali menghidupkan marwah kepedulian melalui aksi Jumat Berkah. Lebih dari sekadar seremoni pembagian nasi kotak, kegiatan ini merupakan pernyataan sikap bahwa empati tak boleh pudar di tengah dinamika kota.

​Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Rima Imvan Ibrahim, S.Sos., memimpin langsung gerakan ini. Baginya, satu kotak nasi yang berpindah tangan adalah simbol dari sebuah koneksi kemanusiaan yang lebih dalam.

​”Berbagi bukan tentang kalkulasi matematis antara banyak atau sedikit. Ini adalah tentang melatih otot empati kita. Di saat yang tepat, seulas senyum dan sepaket hidangan bisa menjadi penguat moral bagi mereka yang sedang berjuang di jalanan,” ujar Ny. Rima dengan nada rendah yang penuh ketulusan.

​Persiapan dimulai jauh sebelum matahari tergelincir ke ufuk barat. Para pengurus Persit tampak sigap menyusun setiap kotak dengan presisi, seolah memastikan bahwa doa dan niat baik terbungkus rapi di dalamnya. Sasaran mereka jelas: masyarakat sekitar yang membutuhkan, para pengemudi ojek daring, hingga pejuang nafkah yang tak sempat pulang tepat waktu untuk membatalkan puasa.

​Interaksi yang terjadi di trotoar sore itu meruntuhkan sekat-sekat formalitas. Tak ada jarak antara organisasi pendamping prajurit dengan rakyat jelata; yang ada hanyalah jabat tangan erat dan ucapan syukur yang tulus.

​Aksi ini menegaskan komitmen Persit KCK Cabang XXIII untuk tidak hanya hadir dalam ranah administratif dan formalitas organisasi, tetapi juga menjadi oase sosial bagi warga Tasikmalaya.

Keikhlasan sebagai Dasar: Fokus pada nilai ketulusan di atas nilai nominal.

Solidaritas Tanpa Sekat: Mempererat hubungan emosional antara keluarga besar TNI dan masyarakat sipil.

Momentum Refleksi: Menjadikan hari Jumat dan bulan Ramadan sebagai madrasah untuk mengasah kepedulian sosial.

​Di penghujung hari, pesan yang ditinggalkan oleh Ibu-ibu Persit ini sangat jernih: Kebaikan tidak perlu menunggu hingga kita menjadi besar. Ia hanya butuh dimulai dari langkah kecil, dilakukan dengan hati yang besar, dan dirawat dengan konsistensi.

​Dari Jantung Tasikmalaya, keberkahan ini diharapkan terus menjalar, menyiram dahaga sosial, dan menguatkan simpul persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. Acep fs/red

Related Posts: