Citra Pocari Run Bandung 2025 Tercoreng: Insiden Minuman Beralkohol Memicu Tinjauan Ulang Penyelenggaraan

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Jul 2025 02:18 0 213 admin

Bandung, Inspirasirakyat.id – 23 Juli 2025 – Gelaran akbar Pocari Run 2025 di Kota Bandung, yang berlangsung pada 19-20 Juli lalu, menuai kontroversi setelah beredarnya video pembagian minuman beralkohol jenis bir kepada sejumlah pelari menjelang garis finis.

Insiden ini, yang dilakukan oleh sekelompok komunitas lari, sontak menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan sengit, mengingat Kota Bandung memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Kecaman Publik dan Respon Wali Kota
Warganet secara masif menyuarakan kekecewaan dan kecaman terhadap aksi tersebut. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah mengonfirmasi kebenaran insiden pembagian bir tersebut, mengakui bahwa kegiatan itu dilakukan oleh salah satu komunitas lari.

“Kami tidak bisa mengontrol langsung tindakan komunitas. Namun, berdasarkan pengamatan di media sosial, tampaknya mereka sudah mendapatkan sanksi sosial dari publik. Urusan komunitas sebaiknya diselesaikan di ranah komunitas,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung pada Selasa (22/7).

Wali Kota juga menambahkan bahwa fokus utamanya selama acara adalah mengurai kemacetan parah yang diakibatkan oleh event tersebut, sehingga ia mengaku tidak terlalu memperhatikan detail insiden pembagian bir.

“Saya melihat tidak ada dampak signifikan, dan kami juga tidak langsung menyadari itu adalah bir. Prioritas saya saat itu adalah mengatasi kemacetan. Namun, kami akan meninjau lebih lanjut,” tambahnya.

Langkah Selanjutnya: Pemanggilan Komunitas dan Evaluasi Menyeluruh
Meskipun demikian, Farhan menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam.

Ia berencana memanggil perwakilan komunitas lari yang terlibat untuk meminta klarifikasi dan tanggapan mereka terkait kejadian ini. “Saya mengenal beberapa teman di komunitas lari. Saya akan bertanya bagaimana situasi sebenarnya. Jika ini masalah komunitas, mari kita selesaikan secara komunitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bandung akan segera mengadakan rapat evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan Pocari Run 2025 pada Rabu pekan depan. Evaluasi ini tidak hanya akan membahas insiden pembagian bir, tetapi juga fokus pada dampak kemacetan luar biasa yang ditimbulkan oleh acara tersebut.

“Hari Rabu minggu depan, kami akan mengevaluasi semuanya. Secara pribadi, saya dan pihak kepolisian lalu lintas tidak menduga bahwa pada pukul 04.30 pagi, Jalan Ahmad Yani sudah dipenuhi kendaraan. Ini adalah hal yang harus kami evaluasi secara serius,” pungkas Farhan.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara acara dan komunitas untuk selalu mematuhi regulasi daerah serta menjaga ketertiban umum demi kelancaran dan keberhasilan setiap event di masa mendatang, ujarnya. (Red/Junaedi)

Sumber : detikjabar

Related Posts: