
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin
BANDUNG, inspirasirakyat.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat efektivitas kinerja melalui kebijakan rotasi dan mutasi jabatan. Proses administrasi terkait perubahan struktural ini diproyeksikan akan segera memasuki tahap finalisasi.(14/04/2025)
Wali Kota Farhan, pada Minggu (13/4/2025), menginformasikan melalui laman resmi bandung.go.id bahwa persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terkait rotasi dan mutasi jabatan akan segera dikirimkan mulai hari ini, Senin. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot Bandung dalam melakukan pembenahan dan penyegaran di berbagai lini pemerintahan.
Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan inisiatif pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) yang akan bertugas dalam proses promosi jabatan. Komite independen ini akan terdiri dari tiga pakar yang kompeten di bidangnya, meliputi perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung, kalangan praktisi, serta akademisi. Detail mengenai mekanisme seleksi dan komposisi anggota Pansel akan diumumkan dalam waktu dekat.
Dalam setiap kebijakan terkait penataan personel, baik rotasi, mutasi, maupun promosi, prinsip sistem merit akan menjadi landasan utama. Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya manusia yang berbasis pada kompetensi, kinerja, dan kualifikasi yang relevan.
Menyikapi adanya sejumlah posisi strategis yang saat ini kosong, Wali Kota Farhan menjadikan pengisian jabatan sebagai prioritas utama. Fokus utama dalam waktu dekat adalah penempatan pejabat pada level kecamatan, kelurahan, hingga kepala dinas, guna menjamin kelancaran operasional seluruh unit kerja Pemkot Bandung.
Mengenai implementasi sistem merit, Wali Kota Farhan menilai bahwa kualitas sumber daya manusia di internal Pemkot Bandung saat ini telah mumpuni. Oleh karena itu, mekanisme bidding atau lelang jabatan belum dianggap mendesak untuk diterapkan. Pemetaan komprehensif terhadap kompetensi ASN dengan kebutuhan spesifik di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sedang berjalan intensif.
“Tinggal tugas saya memastikan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat,” tegas Wali Kota Farhan, menunjukkan komitmennya terhadap penempatan personel yang optimal.
Target ambisius pun dicanangkan oleh Wali Kota, yakni seluruh kekosongan jabatan yang mencapai sekitar 250 posisi, termasuk di tingkat kewilayahan, dapat terisi sepenuhnya sebelum memasuki semester kedua tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan energi baru dan mempercepat realisasi program-program pembangunan Kota Bandung.(Red/R.T)