Karawang, Inspirasirakyat.id//Slogan “Utamakan Keselamatan Kerja” yang terpampang di papan proyek SDN Rengasdengklok Selatan V kini resmi bergeser menjadi monumen kemuakan publik. Proyek bernilai Rp372,24 juta garapan CV Sagara Arta ini bukan lagi sekadar cermin buruknya manajemen teknis, melainkan perjudian vulgar atas nyawa manusia. Tanpa standar keselamatan kerja, tanpa asistensi teknis, dan tanpa alat pelindung yang layak, para buruh dibiarkan bertaruh keselamatan di tapak bangunan sekolah semua demi memangkas biaya dan menggelembungkan keuntungan secara culas.(22/92026)
Skandal ini kian membusuk ketika pilar pengawas demokrasi justru dijadikan tameng impunitas. Aliran dana pelicin Rp3 juta kepada oknum wartawan berinisial R membongkar bobroknya jejaring pembungkaman di Karawang. Ini bukan sekadar tindakan suap kelas teri, melainkan pelumpuhan fungsi kontrol sosial secara sistemik, di mana transparansi dibeli murah untuk menyembunyikan busuknya eksekusi anggaran publik.

”Bagaimana mungkin pelaksana dan pengawas teknis bertengger nyaman di balik ketiak oknum pers? Ini degradasi etika yang biadab dan terencana,” tegas aktivis muda Karawang, Deby Akbar.
Berbekal ijazah dan latar belakang pendidikan tinggi di bidang konstruksi, para pengelola proyek ini jelas tidak sedang khilaf. Pembiaran ekstrem di lapangan adalah bukti tak terbantahkan dari kongkalikong intelektual yang tega mengorbankan mutu bangunan sekolah dasar demi memuaskan keserakahan.
Di balik transaksi gelap dan kompromi kualitas ini, keamanan masa depan anak-anak sekolah yang dipertaruhkan.
Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Karawang tidak boleh lagi bersembunyi di balik meja kerja atau bertindak seolah buta. Negara harus hadir dengan taring penuh eksekusi audit teknis total di lapangan, bekukan pencairan dana proyek, dan jatuhkan hukuman blacklist permanen bagi penyedia jasa yang secara sadar melukai integritas daerah dan mengancam keselamatan publik.
Teguh Brawijaya