Arab Saudi Buka Pintu Lebar, Asing Kini Bisa Cicipi Investasi Properti di Tanah Suci Mekah & Madinah!

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Apr 2025 09:37 0 681 REDAKSI

Internasional, inspirasirakyat.id– Kabar menggemparkan datang dari Arab Saudi! Sebuah perubahan revolusioner dalam kebijakan investasi properti baru saja diumumkan.(08/04/2025)

Pemerintah Kerajaan, melalui Kementerian Investasi, secara resmi merobohkan tembok pembatasan dan kini mengizinkan investor asing untuk menanamkan modal dalam bentuk kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan yang memiliki aset properti di jantung umat Islam, Mekah dan Madinah

Langkah berani ini merupakan bagian integral dari strategi nasional Arab Saudi dalam menarik investasi global secara masif demi mewujudkan target ekonomi ambisius dalam Visi 2030.

Aturan teranyar yang diumumkan pada akhir Januari 2025 ini memberikan lampu hijau bagi investor mancanegara untuk menguasai hingga 49 persen saham dalam perusahaan-perusahaan pemilik properti di wilayah suci Mekah dan Madinah. Namun, perlu digarisbawahi, kepemilikan ini eksklusif untuk tujuan investasi, dan haram hukumnya untuk spekulasi komersial apalagi kepemilikan pribadi.

Keputusan terobosan ini diambil dengan visi untuk mengalirkan darah segar ke pasar properti, meningkatkan likuiditas, dan mempercepat penyelesaian berbagai proyek pembangunan yang tengah berjalan di dua kota suci tersebut. Pemerintah Saudi menegaskan bahwa investasi yang diperbolehkan harus berbentuk saham murni atau instrumen utang yang dapat dikonversi menjadi saham di kemudian hari. Investor asing strategis tetap berada di luar skema mengguncang ini.

Kebijakan ini sekaligus membuka keran peluang emas di sektor properti keagamaan yang selama ini tertutup rapat bagi warga negara non-Saudi. Sebelumnya, kepemilikan properti di Mekah dan Madinah hanya menjadi hak eksklusif warga Saudi, meskipun penyewaan untuk para ekspatriat diperbolehkan.

Dengan langkah bersejarah ini, Pemerintah Arab Saudi semakin menunjukkan keseriusannya dalam mencapai target ambisius untuk menarik hingga 30 juta jemaah haji dan umrah per tahun pada tahun 2030. Pada tahun 2019, sektor yang penuh berkah ini telah menyumbangkan sekitar 12 miliar dolar AS bagi perekonomian negara.

Diharapkan, kebijakan super segar ini tidak hanya akan memperkuat fundamental sektor properti di Tanah Suci, tetapi juga menjadi katalisator bagi pembangunan infrastruktur keagamaan yang berkelanjutan dan inklusif, demi kenyamanan dan kemudahan para tamu Allah dari seluruh penjuru dunia. Langkah revolusioner ini diprediksi akan menjadi magnet kuat bagi para investor global yang selama ini menantikan kesempatan langka untuk berinvestasi di dua kota paling suci dalam agama Islam. ( Red )

Related Posts: