Gubernur Jawa Barat Murka, Cabut Izin Tambang Penyebab Lumpur di Akses Tol Bogor

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Apr 2025 05:26 0 699 admin

BOGOR, inspirasirakyat.id – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menunjukkan ketegasannya dengan mencabut izin operasi sebuah area pertambangan di Kabupaten Bogor. Keputusan ini diambil menyusul kemarahan KDM saat meninjau langsung kondisi jalan akses menuju gerbang tol yang dipenuhi tumpukan tanah dan lumpur, diduga kuat akibat aktivitas tambang yang tidak bertanggung jawab. ( 18/04/2025)

Pantauan langsung KDM di lokasi kejadian memperlihatkan bagaimana jalan yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi antarwilayah tersebut justru berbahaya dan menyulitkan pengguna jalan. Lumpur tebal menggenangi sebagian besar badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan.

Dengan nada tinggi, KDM langsung menegur keras penanggung jawab proyek tambang yang berada di lokasi. Ia mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan hingga menyebabkan kondisi jalan separah itu.

“Sudah tiga kali disiram, tapi tetap saja tanah menumpuk. Ini jelas tidak sesuai SOP. Harusnya sebelum keluar, truk disiram dulu, bukan langsung jalan,” semprot KDM, menunjukkan kekecewaannya atas kelalaian pihak tambang.

Kemarahan orang nomor satu di Jawa Barat itu semakin memuncak saat memeriksa sejumlah truk tambang. KDM mendapati banyak truk yang mengangkut material melebihi batas tonase yang diperbolehkan.

“Kalau sudah tahu melebihi, kenapa dibiarkan?” tanya KDM dengan nada geram kepada salah seorang sopir truk yang mengakui pelanggaran tersebut. Tanpa ragu, KDM saat itu juga memerintahkan pencabutan izin tambang yang dinilai telah melanggar aturan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Tak hanya persoalan lumpur dan muatan berlebih, KDM juga menyoroti penggunaan plat nomor kendaraan tambang yang sebagian besar berasal dari Jakarta. Ia menilai kondisi ini merugikan pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Barat.

“Pajak dibayar ke Jakarta, tapi jalan kita yang rusak. Ini merugikan Jawa Barat,” tegasnya.

KDM mengungkapkan bahwa sidak mendadak ini dilakukan setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat melalui media sosial terkait kondisi jalan yang memprihatinkan akibat aktivitas tambang. Ia bahkan sempat menantang petugas tambang untuk ikut merasakan langsung kondisi jalan yang berlumpur, namun tantangan tersebut tak mendapat respons.

Di tengah kemarahannya, KDM tetap menunjukkan kepedulian terhadap para pekerja tambang yang kemungkinan terdampak akibat penutupan sementara lokasi. Ia memberikan bantuan langsung berupa sejumlah uang kepada para pekerja.

“Saya bantu pekerjanya karena mereka cuma kerja. Tapi sistem dan aturannya harus tegas. Tidak boleh merugikan masyarakat,” tandas KDM, memberikan pesan jelas bahwa penegakan aturan tidak boleh mengorbankan hak-hak pekerja.

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola aktivitas pertambangan dan perusahaan transportasi di wilayah Jawa Barat untuk senantiasa mematuhi standar operasional, mengutamakan keselamatan publik, serta menghormati wilayah dan masyarakat tempat mereka beroperasi. Tindakan KDM ini pun mendapat apresiasi dari banyak pihak yang berharap kondisi jalan di Kabupaten Bogor dapat segera kembali normal. ( Red )

Related Posts: