RAPOR MERAH! SPPG SMAN 1 Rawamerta Diduga “Suguhi” Siswa Telur Busuk: Gizi Nasional atau Ancaman Nyawa?

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 06:46 0 12 admin

KARAWANG, Inspirasirakyat.id// Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMAN 1 Rawamerta, Kabupaten Karawang, kini berada di pusaran kritik tajam. Alih-alih mencetak generasi sehat, pengelolaan gizi di sekolah ini justru diduga ceroboh dan mengancam keselamatan jiwa siswa setelah ditemukan telur beraroma busuk dalam paket ransum makanan.

Kronologi,Bau Menyengat di Ruang Kelas.

Peristiwa memuakkan ini terungkap saat sejumlah siswa membuka jatah makan mereka. Aroma busuk yang menyengat langsung menyeruak, membuat para siswa enggan menyentuh makanan tersebut.

“Baunya sangat menyengat, tidak layak makan,” ujar salah satu siswa yang geram. Keluhan ini segera dilaporkan ke pihak guru yang kemudian mengonfrontasi petugas pelayanan. Mirisnya, petugas di lapangan membenarkan temuan tersebut dan hanya bisa melempar tanggung jawab kepada pengelola dapur di Desa Sukaraja.(23/4/2026)

Tiga Kali “Main Nyawa”,Kelalaian yang Menjadi Tradisi?

Ironisnya, skandal telur busuk ini bukanlah insiden pertama. Menurut sumber yang identitasnya dirahasiakan, SPPG di lokasi ini sudah tiga kali melakukan kelalaian fatal
Bulan Puasa,Menu kolak pisang yang dinilai jauh dari standar nilai gizi.

Pasca Lebaran, Temuan menjijikkan berupa telur berulat.

Saat Ini,Telur dengan aroma busuk yang menusuk hidung.

Ancaman Keracunan Massal di Depan Mata.

Rentetan kejadian ini menunjukkan adanya manajemen yang “bobrok” dalam pengawasan bahan pangan.

Membiarkan telur busuk dan berulat sampai ke tangan siswa bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk kecerobohan kolektif yang bisa berujung pada keracunan massal atau infeksi bakteri Salmonella.

“Ini harus disikapi serius! Jangan tunggu ada siswa yang masuk rumah sakit baru semua sibuk berbenah. Ini soal nyawa, bukan soal proyek makanan semata!” tegas sumber tersebut.

Pengelola Harus Bertanggung Jawab
Publik kini mempertanyakan komitmen pengelola SPPG Desa Sukaraja dalam menjaga standar higienitas. Bagaimana mungkin bahan pangan busuk bisa lolos dari dapur hingga ke meja siswa jika ada pengawasan yang benar?

Pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Jawa Barat dituntut untuk segera turun tangan melakukan audit total terhadap vendor maupun pengelola SPPG di SMAN 1 Rawamerta. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat dalam penyediaan makanan tak layak, sanksi tegas hingga pemutusan kontrak harus segera dilakukan sebelum jatuh korban jiwa.

Sampai berita ini diturunkan, para orang tua siswa mulai merasa was-was dan menuntut transparansi pengelolaan gizi yang dibiayai oleh negara tersebut.

Teguh Brawijaya

Related Posts: