Mosi Tak Percaya Rakyat: KAMI Karawang Serukan Gerakan ‘Stop Bayar Pajak’

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 08:26 0 289 admin

KARAWANG,inspirasirakyat.id – Gelombang protes warga Jawa Tengah terkait kerusakan infrastruktur yang memicu gerakan ‘Stop Bayar Pajak’ kini mulai merembet ke Jawa Barat.

Menilai kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Karawang tak jauh berbeda bahkan memprihatinkan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang secara resmi menyerukan aksi serupa sebagai bentuk perlawanan sipil yang terukur.

​Presidium KAMI Karawang, Elyasa Budianto, SH.MH, menegaskan bahwa seruan ini bukan sekadar gertakan, melainkan respons atas ketimpangan antara kewajiban warga dan hak yang mereka terima.

​”Ayo masyarakat Karawang, mulai saat ini stop membayar pajak apa pun jenisnya. Kita hentikan kontribusi ini hingga pelayanan publik di kabupaten ini benar-benar optimal,” ujar Elyasa dengan nada tegas pada Kamis (19/2/2026).

Fokus utama tuntutan ini adalah perbaikan menyeluruh pada infrastruktur jalan yang kian hari kian membahayakan pengguna jalan. Elyasa menyoroti bahwa kerusakan terjadi di hampir seluruh tingkatan kewenangan, mulai dari jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional (pusat) yang melintasi Karawang.

​Menurutnya, gerakan ini adalah instrumen kontrol sosial yang sah dan dilindungi undang-undang. Ia menilai pemerintah seolah tuli terhadap keluhan masyarakat yang sudah bertahun-tahun taat menyetor pajak namun hanya mendapat imbalan jalan rusak dan pelayanan publik yang medioker.

​”Rakyat berhak menyampaikan keluh kesahnya. Bayangkan, rakyat Karawang sudah taat membayar pajak, tapi tidak diimbangi dengan pelayanan yang layak. Di mana-mana jalan berlubang. Wajar jika rakyat bertanya: ke mana aliran dana pajak kami selama ini?” ungkap Elyasa retoris.

​Momentum seruan ‘Stop Bayar Pajak’ ini terasa kian krusial mengingat tak lama lagi Jawa Barat akan memasuki musim mudik. Karawang, sebagai wilayah perlintasan utama nasional, diprediksi akan mengalami beban jalan yang berat. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, risiko kecelakaan dan kemacetan total menjadi ancaman nyata bagi jutaan pemudik.

​KAMI Karawang menegaskan tidak akan menghentikan narasi ini sebelum ada langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki seluruh sektor pelayanan publik, khususnya infrastruktur jalan.

​”Ini adalah teguran keras. Kami akan terus menyuarakan gerakan ini hingga pemerintah benar-benar bekerja. Jangan biarkan rakyat terus membayar untuk pelayanan yang tidak pernah mereka nikmati sepenuhnya,” tutup Elyasa.(Red)

Kontributor : ( I Sahab )

Related Posts: