Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi di Seluruh SPBU Berlaku Efektif 1 Juli 2025

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Jul 2025 22:55 0 534 REDAKSI

Jakarta, Inspirasirakyat.id– Seluruh penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, termasuk PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia, secara resmi memberlakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi.

Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2025.

Kenaikan harga ini mencakup berbagai jenis BBM non-subsidi, dengan besaran yang bervariasi antar penyedia. Sebagai ilustrasi, di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) milik Pertamina kini dipatok Rp 12.500 per liter, meningkat dari sebelumnya Rp 12.100 per liter pada Juni 2025. Senada, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan menjadi Rp 13.500 per liter dari Rp 13.050 per liter.

Rincian Penyesuaian Harga
Berikut adalah detail penyesuaian harga BBM per 3 Juli 2025 di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan Jabodetabek:
SPBU Pertamina:
* Solar Subsidi: Rp 6.800/liter (tidak berubah)
* Pertalite: Rp 10.000 per liter (tidak berubah)
* Pertamax: Rp 12.500 per liter
* Pertamax Turbo: Rp 13.500 per liter
* Pertamax Green (RON 95): Rp 13.250 per liter (naik dari Rp 12.800)
* Dexlite (CN 51): Rp 13.320 per liter (naik dari Rp 12.740)
* Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.650 per liter (naik dari Rp 13.200)
* Pertamax di Pertashop: Rp 12.400 per liter
SPBU Shell:
* Shell Super: Rp 12.810 (naik dari Rp 12.370)
* Shell V-Power: Rp 13.300 (naik dari Rp 12.840)
* Shell V-Power Diesel: Rp 13.830
* Shell V-Power Nitro+: Rp 13.540
SPBU BP-AKR:
* BP Ultimate: Rp 13.300 per liter
* BP 92: Rp 12.600 per liter
* BP Ultimate Diesel: Rp 13.800 per liter
SPBU Vivo:
* Revvo 90: Rp 12.730 per liter
* Revvo 92: Rp 12.810 per liter
* Revvo 95: Rp 13.300 per liter
* Diesel Primus Plus: Rp 13.800 per liter

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa harga Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap dibanderol Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Kebijakan penyesuaian harga ini merupakan dinamika pasar yang perlu dipahami oleh masyarakat luas.

Pengguna kendaraan diharapkan dapat menyesuaikan pilihan BBM sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. (Red/Junaedi)

Sumber: CNBCindonesia

Related Posts: