KOTA TASIKMALAYA,Inspirasirakyat.id –
Persoalan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL di Dapur Makan Bergizi Gratis MBG Tamanjaya menjadi perhatian Tim Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI). Hal ini buntut dari adanya penolakan saat tim melakukan upaya konfirmasi terkait pengelolaan limbah di fasilitas tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026, ketika sejumlah wartawan yang tergabung dalam Tim HIPSI mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanjaya 04 – Yayasan Boga Sukses Berkah di Kota Tasikmalaya.
Ketua HIPSI mengatakan, kedatangan tim ke lokasi bertujuan untuk melakukan konfirmasi dan investigasi jurnalistik terkait sistem pengelolaan limbah dapur MBG. Namun salah seorang staf Akuntan menolak memberikan akses dan informasi dengan alasan harus seizin pimpinan yayasan.
“Program MBG ini menggunakan dana negara dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seharusnya keterbukaan informasi dijaga. Penolakan seperti ini justru menimbulkan pertanyaan di publik,” ujar Ketum HIPSI saat ditemui di lokasi.
Ia menegaskan, media memiliki hak untuk melakukan pengawasan sosial. Terlebih terkait IPAL, karena jika tidak dikelola sesuai standar dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
“Kami tidak menuduh. Kami hanya ingin memastikan apakah pengelolaan limbah di Dapur MBG Tamanjaya ini sudah sesuai dengan aturan dari KLHK dan tidak mencemari lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, HIPSI mendorong Badan Gizi Nasional dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. HIPSI juga akan melayangkan surat resmi ke pihak Yayasan Boga Sukses Berkah untuk meminta klarifikasi.
“Program MBG tujuannya baik, untuk pemenuhan gizi anak-anak. Tapi jangan sampai di satu sisi menyehatkan, di sisi lain menimbulkan masalah lingkungan baru,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Boga Sukses Berkah belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Acepfebri