Vokal Kritik Program Makan Bergizi Gratis, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diteror hingga Diancam Dibunuh

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 12:05 0 673 admin

YOGYAKARTA, inspirasirakyat.id– Gelombang intimidasi melanda Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, usai dirinya gencar melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah. Tiyo mengaku menjadi sasaran teror digital hingga ancaman fisik setelah menyoroti prioritas anggaran negara, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Tiyo dalam podcast Madilog bertajuk “Nyala Api di Jalan Sunyi Perjuangan” yang dipandu oleh Indra J Piliang di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (18/2/2026).

Tiyo menegaskan bahwa sikap kritis yang ia tunjukkan merupakan sikap resmi organisasi, bukan atas nama pribadi. Ia menyebut posisinya sebagai juru bicara dari keresahan mahasiswa UGM yang telah dikaji secara internal.

“Hari ini sebagai Ketua BEM UGM kita tidak lagi bicara soal pribadi. Ini sikap lembaga yang saya menjadi juru bicaranya,” tegas Tiyo.

Kritik keras BEM UGM berawal dari keprihatinan atas tragedi seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah seharga Rp10 ribu. Bagi Tiyo, peristiwa ini adalah simbol kegagalan negara dalam menjamin hak dasar warga di tengah alokasi anggaran program lain yang sangat besar.

Sebagai bentuk protes, BEM UGM bahkan telah mengirimkan surat terbuka kepada UNICEF untuk menarik perhatian internasional terhadap isu pemenuhan hak anak dan ketimpangan akses pendidikan.

Tiyo membeberkan bahwa serangan terhadap dirinya muncul tak lama setelah kritik tersebut viral. Bentuk intimidasi yang ia terima meliputi, teror Digital, pembunuhan karakter bahkan ancaman Fisik Ancaman penculikan hingga ancaman pembunuhan  juga menyasar pengurus BEM UGM lainnya.

Meski mendapatkan tekanan hebat, Tiyo menyatakan tidak akan surut. “Silakan teror saya sebesar apa pun. Selama tidak membunuh lahir dan batin saya, maka saya pastikan setelah itu saya akan lebih kuat,” ujarnya.

Tiyo kembali mempertanyakan penggunaan istilah “Gratis” dalam program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, istilah tersebut menyesatkan karena dana yang digunakan murni berasal dari pajak masyarakat. Ia mendorong agar kebijakan publik berbasis riset dan efektivitas, bukan sekadar mengejar popularitas.

BEM UGM sebelumnya mengkritik bahwa program MBG berpotensi merampas alokasi anggaran pendidikan hingga Rp223 triliun, yang seharusnya bisa digunakan untuk mencegah tragedi kemiskinan seperti yang terjadi di NTT.

Menanggapi situasi ini, pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) dikabarkan telah berkomitmen menjamin keamanan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat akademik. Koordinasi dengan satuan keamanan kampus telah ditingkatkan.

Tiyo juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga advokasi hukum dan mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menindaklanjuti ancaman pembunuhan tersebut. ( Red )

Sumber : Kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (18/2/2026)

Related Posts: