Internasional, inspirasirakyat.id – Bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 Magnitudo dan susulan 6,4 Magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat 29 Maret 2025 telah menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa yang signifikan. Hingga Kamis 03 April 2025, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 2.700 jiwa, dan dikhawatirkan akan terus bertambah hingga melebihi 3.000 jiwa.(03/04/2025)
Pemerintah Myanmar, di bawah kepemimpinan Min Aung Hlaing, tengah berupaya keras menangani dampak bencana ini, terutama di wilayah Bago, Magway, Mandalay, Nay Pyi Taw, Shan Selatan dan Timur, serta Sagaing yang mengalami kerusakan terparah.
Kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan, terutama perawatan trauma dan bedah, transfusi darah, serta obat-obatan esensial, terus meningkat seiring membludaknya korban luka di rumah-rumah sakit.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merespons dengan mengirimkan 3 ton pasokan medis ke rumah sakit di Nay Pyi Taw dan Mandalay, serta menyiapkan pengiriman bantuan lanjutan untuk merawat 10.000 orang selama tiga bulan.
Upaya penyelamatan dan pendataan korban masih terus berlangsung, namun tantangan besar dihadapi akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya. Musim hujan monsoon yang akan datang menambah urgensi dalam penanganan bencana ini.
Situasi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat sebelum gempa bumi, 12,9 juta orang di Myanmar sudah membutuhkan intervensi kesehatan kemanusiaan di Myanmar pada tahun 2025.(Red/R.T)