Karawang, inspirasirakyat.id– Kemampuan berpikir logis merupakan hal fundamental yang wajib dimiliki setiap individu. Dikenal sebagai cara berpikir yang dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, kemampuan ini menjadi kunci dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Istilah “logis” sendiri berasal dari kata Yunani kuno “logos” yang merujung pada hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan melalui kata-kata dan bahasa. Menurut filsuf Aristoteles, berpikir logis adalah kemampuan berargumen yang baik dan benar, mengambil kesimpulan secara tepat, dan berpikir secara rasional, sehingga argumen yang dikeluarkan menjadi valid.
Berpikir logis tidak hanya satu jenis, melainkan terbagi menjadi dua:
- Logika Induktif: Menarik kesimpulan dari persepsi khusus ke persepsi umum.
- Logika Deduktif: Menarik kesimpulan dari persepsi umum ke persepsi khusus.
Untuk memastikan proses berpikir berjalan logis dan benar, terdapat enam syarat utama yang harus dipenuhi:
- Konsistensi: Argumen harus bebas dari kontradiksi, dengan premis dan kesimpulan yang saling mendukung.
- Keabsahan (Validitas): Argumen harus valid, di mana kesimpulan mengikuti premis yang diberikan.
- Relevansi: Hubungan antara premis dan kesimpulan harus relevan untuk menghindari kesalahan logika.
- Keandalan: Bukti dan informasi yang digunakan harus dapat diandalkan, berdasarkan data, fakta, dan otoritas yang sah.
- Penarikan Kesimpulan: Kesimpulan harus rasional dan dapat dijustifikasi secara logis, berdasarkan premis yang diberikan.
- Menghindari Kesalahan Logika: Harus sadar dan menghindari kesalahan seperti generalisasi, kesalahan kausalitas, penalaran circular, dan cara berpikir hitam-putih.
Orang yang terbiasa berpikir logis menunjukkan sejumlah ciri khas yang membedakan:
- Berorientasi Masa Depan: Lebih fokus pada sasaran dan target masa depan.
- Selalu Menanyakan Alasan: Memastikan alasan di balik suatu tindakan.
- Merencanakan Segala Sesuatu: Menjalankan segala hal sesuai rencana.
- Memastikan Sebab dan Akibat: Selalu memprediksi dampak dan akibat dari keputusan.
- Mudah Mencapai Target: Karena memiliki tujuan dan metode yang jelas.
- Mudah Mendapatkan Informasi: Dorongan untuk mempelajari segala sesuatu.
- Tidak Overthinking: Berpikir logis mendorong untuk selalu bergerak maju.
- Menyiapkan Rencana Harian: Rencana terorganisir untuk kelancaran kegiatan.
- Mengutamakan Logika: Mendahulukan akal sehat dibanding perasaan.
Berpikir logis memberikan dampak positif signifikan bagi kehidupan seseorang, antara lain:
- Mengambil keputusan yang rasional.
- Memecahkan masalah secara efektif.
- Mengevaluasi argumen dan pendapat dengan baik.
- Memiliki pemahaman yang mendalam.
- Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir mandiri.
- Menciptakan ide-ide yang kreatif dan inovatif.
Dengan segala manfaat dan persyaratannya, membiasakan diri untuk berpikir logis menjadi investasi berharga bagi setiap individu untuk mencapai kesuksesan dan menghindari kesalahan dalam penalaran. ( Red )
Sumber : detik.com
17