Miris! 20 Tahun Mak Sapnah “Berteman” Maut di Jayakerta, Pemerintah Karawang Masih Asyik “Tidur”?
KARAWANG, Inspirasirskyat.id//Apa rasanya tidur di bawah atap yang siap menerjang nyawa setiap kali mendung datang? Tanya saja pada Mak Sapnah, janda tua renta di Dusun Jati Boros, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta. Hari ini, Kamis (27/03/2026), nyawanya nyaris melayang tertimbun reruntuhan saat angin kencang dan hujan lebat menghantam gubuk reyotnya.
Alhamdulillah, maut belum menjemput. Mak Sapnah selamat. Namun, pertanyaannya, sampai kapan mukjizat ini bertahan jika rumahnya hanya ditopang kayu seadanya yang sudah keropos dimakan usia?
Rekor 20 Tahun “Tutup Mata”
Bukan setahun atau dua tahun, warga setempat bersaksi bahwa kondisi “rumah horor” ini sudah dibiarkan selama hampir 20 tahun. Dua dekade berlalu, ganti kepala desa berkali-kali, ganti bupati berkali-kali, tapi nasib Mak Sapnah tetap saja “stuck” di balik tiang-tiang rapuh yang hanya ditunjang sana-sini agar tidak rata dengan tanah.
Dalam rekaman video terupdate, pemandangan di dalam rumah sangat menyayat hati. Tiang penyangganya sudah miring, kayu-kayunya lapuk, dan suasananya sangat mencekam.
Bngunan itu seolah-olah sedang berteriak minta tolong, tapi sayangnya, telinga Pemerintah Desa (Pemdes) Kertajaya dan Pemkab Karawang sepertinya sedang tersumbat.
Birokrasi Lamban atau Kurang Empati?
Publik pun mulai bertanya-tanya dengan nada menyindir,Ke mana larinya anggaran Dana Desa yang miliaran itu? Apakah rumah Mak Sapnah dianggap terlalu “kecil” untuk masuk dalam radar program Rutilahu yang sering dipamerkan di papan baliho atau media sosial pejabat?
”Kondisinya sudah kronis, tapi kenapa seolah-olah mereka (pemerintah) tutup mata? Jangan sampai nanti kalau sudah roboh dan jatuh korban, baru semua sibuk datang bawa bantuan sambil foto-foto buat konten,” cetus seorang warga dengan nada pedas.
Kami mendesak Pemdes Kertajaya dan Pemkab Karawang untuk segera turun ke lapangan. Jangan biarkan Mak Sapnah terus “bertaruh nyawa” di bawah atap yang rapuh. Jangan sampai birokrasi yang rumit mengalahkan rasa kemanusiaan.
Ingat, gaji dan fasilitas yang Anda nikmati berasal dari rakyat, termasuk dari doa-doa orang kecil seperti Mak Sapnah yang selama 20 tahun ini terabaikan.
TEGUH BRAWIJAYA