Milangkala ke 44Th desa Walahar Hidupkan kembali kesenian tradisional : dengan tema jati ulah kasilih ku junti

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Sep 2025 20:49 0 301 REDAKSI

Karawang, Inspirasirakyat.id – Desa Walahar, Kecamatan Klari, Karawang, baru saja merayakan Milangkala yang ke 44Th ,dalam sebuah gebyar hiburan rakyat, dua hari yang tak hanya meriah, namun juga kaya akan nilai dan warisan budaya lokal. Acara yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 20 September 2025 ini sukses memukau warga dengan rangkaian hiburan yang berfokus pada kesenian tradisional, menjadikannya sebuah oase di tengah gempuran budaya modern.

 

Perayaan dimulai pada Jumat malam, 19 September, dengan penampilan spektakuler dari Team Gerengseng Ade Astrit. Suasana di malam pembuka berlangsung meriah dan kondusif, mengawali kembalinya semangat tradisional di desa tersebut.

Puncak kemeriahan berlanjut keesokan harinya, Sabtu, 20 September. Siang hari dimeriahkan oleh karnaval budaya yang unik dengan melibatkan odong-odong yang dihias, menampilkan kreativitas dan kegembiraan warga.

Menjelang sore, antusiasme warga mencapai puncaknya dengan hadirnya pentas seni debus dari Riungan Bagong Luncat. Kesenian yang identik dengan unsur ekstrem dan mistis ini berhasil menyedot perhatian luar biasa.

 

“Warga sangat antusias dan sorak gembira karena kesenian tradisional tersebut sangat langka dan sudah hampir tidak terlihat di setiap acara-acara hiburan,” ujar salah seorang warga. Fenomena ini menunjukkan kerinduan masyarakat akan warisan budaya mereka yang kini jarang disajikan.

 

Malam harinya, acara mencapai klimaks yang paling dinanti: pertunjukan seni wayang golek. Pertunjukan ini bukanlah wayang golek biasa, melainkan dipimpin oleh Dalang Dadan Sunandar Sunarya, sosok yang dikenal sangat profesional dan dianggap legendaris dalam dunia pewayangan.

Wayang golek ini secara resmi menjadi acara puncak Milangkala Desa Walahar, memperkuat komitmen desa dalam melestarikan seni adiluhung Jawa Barat.

 

Kepala Desa Walahar mengungkapkan rasa syukurnya dan tujuan mulia di balik pemilihan tema budaya dalam perayaan ini.

“Alhamdulillah selama saya menjabat sebagai kepala desa, warga bisa merasakan kebahagiaan di setiap tahunnya dengan cara menghibur dengan kesenian tradisional,” ungkap Kades.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Milangkala Desa Walahar bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi sebuah agenda kultural dan sosial yang bertujuan untuk memberikan hiburan otentik sekaligus menanamkan rasa bangga pada warisan leluhur. Dengan suksesnya perayaan ini, Desa Walahar telah membuktikan bahwa keindahan dan kegembiraan sejati dapat ditemukan dalam akar budaya sendiri.(Red)

Related Posts: