MBG Karawang “Ugal-ugalan”: Anggaran Rakyat Disunat, Kualitas Makanan di Bawah Standar Kelayakan

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 21:07 0 318 admin

KARAWANG, inspirasirakyat.id – Pelaksanaan hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 23 Februari 2026, yang bertepatan dengan momen awal masuk sekolah di bulan suci Ramadhan, justru memanen rapor merah.

 Program unggulan Presiden yang digadang-gadang sebagai solusi stunting ini dinilai menjadi ajang “bancakan” oknum karena realisasinya di lapangan jauh di bawah pagu anggaran yang telah ditetapkan.

Rapor Merah di SDN Sampalan 1, SDN Sindangmulya 1

Berdasarkan laporan media online Lintas Karawang, carut-marut distribusi MBG terlihat jelas di SDN Sampalan 1,  SDN Sindangmulya 1. Orang tua murid mengeluhkan porsi makanan yang diterima siswa sangat minim dan tidak mencerminkan standar kelayakan gizi.

Kondisi serupa terjadi di wilayah SPPG Dawuan Barat. Temuan dari inspirasirakyat.id memperkuat adanya indikasi kuat pengurangan volume (penyunatan porsi) dan penurunan kualitas bahan pangan yang tidak sebanding dengan nilai kontrak per porsi yang seharusnya diterima siswa.

Menyikapi temuan di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karawang, Kepala Perwakilan Wilayah Media Online Inspirasi Jawa Barat, Teguh Wijaya, melontarkan kecaman keras. Ia menilai pengawasan terhadap proyek strategis ini sangat lemah dan pelaksanaannya terkesan serampangan.

“Ini kan uang rakyat, jangan bar-bar mengelolanya! Alasan awalnya untuk mengatasi stunting, tapi faktanya uang rakyat dihambur-hamburkan, sedangkan yang diuntungkan hanya segelintir orang bermodal,” ujar Teguh dengan nada tinggi, Senin (23/2/2026).

Sentilan Pedas:ini Bukan Uang Pribadi Presiden,Teguh mengingatkan para pelaksana proyek di tingkat SPPG agar tidak merasa bahwa anggaran besar ini adalah “hadiah” yang bisa dikelola tanpa tanggung jawab moral.

Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang keluar harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Jangan salah paham ya, ini bukan uang gratis dari kantong pribadi Presiden, tapi dari APBN yang hakikatnya adalah uang rakyat dari pajak. Sangat ironis jika di hari pertama saja pengawasannya sudah jebol dan kualitas makanan dikurangi demi mengejar keuntungan pribadi,” tegasnya.

Buruknya kualitas penyajian MBG di hari pertama sekolah ini memicu desakan luas agar aparat penegak hukum dan instansi pengawas segera turun tangan.

Publik menuntut adanya audit investigatif terhadap seluruh SPPG di Karawang guna membongkar dugaan praktik “sunat” anggaran yang mengorbankan hak gizi anak-anak sekolah..

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di dinas setempat maupun pengelola SPPG belum memberikan keterangan resmi mengenai rendahnya kualitas makanan yang diterima oleh para siswa di sekolah-sekolah tersebut. ( Red/ hana )

Related Posts: