CIAMIS ,Inspirasirakyat.id//— Di bawah pendar visi penguatan kapasitas aparatur, Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi membuka tirai Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, Senin (6/4). Bertempat di aula prestisius BKPSDM Ciamis, momentum ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan tonggak sejarah baru,untuk pertama kalinya, Ciamis menyelenggarakan kawah candradimuka kepemimpinan ini secara mandiri.(5/4/2026)
Langkah berani ini mendapat pengakuan langsung melalui penjaminan mutu ketat dari BPSDM Provinsi Jawa Barat. Kehadiran Budi Hermawan sebagai perwakilan provinsi mempertegas bahwa standar kualitas yang diusung Ciamis telah melampaui ekspektasi konvensional, menempatkan kabupaten ini dalam jajaran elit daerah yang mampu mengelola eskalasi kompetensi SDM secara otonom.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili Bupati, memberikan narasi kepemimpinan yang menggugah. Dalam orasinya, beliau membedah peran krusial pejabat administrator bukan hanya sebagai pengelola, melainkan sebagai “Arsitek Implementasi”.
“Jabatan administrator adalah jembatan emas yang menghubungkan visi strategis pimpinan dengan realitas operasional. Kekuatan jembatan ini menentukan sejauh mana kebijakan dapat menyentuh nadi masyarakat secara efektif,” urai Sekda dengan lugas.
Beliau juga menyoroti urgensi inovasi di tengah keterbatasan. Meski dihadapkan pada postur APBD yang efisien (minimalis), semangat untuk melahirkan pemimpin tangguh tidak boleh redup. Di era yang penuh ketidakpastian, ASN Ciamis diinstruksikan untuk tidak hanya bertahan, tapi mendominasi perubahan melalui inovasi yang adaptif.
Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., melaporkan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif selama hampir lima bulan (25 Maret – 6 Agustus 2026).
Elite 30: Hanya 30 aparatur terpilih yang mendapatkan kesempatan emas ini.
Memadukan pendalaman materi klasik, kemandirian berpikir, hingga aktualisasi nyata di lapangan.
Penajaman aspek manajerial, teknis, dan kepekaan sosial kultural.
Sejalan dengan visi tersebut, BPSDM Jawa Barat menekankan bahwa integritas dan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan DNA baru bagi ASN. Pelatihan ini diharapkan menjadi inkubator bagi lahirnya pemimpin yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga memiliki ketangkasan (agility) dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Melalui PKA Mandiri 2026, Kabupaten Ciamis tidak hanya sedang melatih pegawainya; mereka sedang mempersiapkan masa depan pelayanan publik yang lebih berkelas, modern, dan bermartabat.
Acepfebri