Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 11:08 0 10 ACEP FEBRI

Kota Tasikmalaya, Inspirasirakyat.id– Ada suasana yang berbeda di Kampung Sindanggalih RT 02 RW 02, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026). Sebelum alat dan material bekerja membangun jembatan, masyarakat terlebih dahulu membangun pondasi yang lebih kuat: doa, kebersamaan, dan harapan.

Melalui kegiatan syukuran dan doa bersama, pembangunan Jembatan Beton Garuda Merah Putih resmi dimulai. Jembatan tersebut akan menghubungkan Kampung Sindanggalih dengan Kampung Sukawargi yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Acara dibuka oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah mengabdi di wilayah Tamansari, yakni Seli Rahmawati, Intan Nurbintang H, dan Bayu Hermawan. Suasana khidmat kemudian terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadzah Dedeh, dilanjutkan tawasulan dan doa bersama yang dipimpin KH Mumu Abdul Munir
.
Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan hanya soal akses jalan. Kehadirannya diyakini akan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat aktivitas ekonomi, serta mempererat hubungan sosial antarwarga di kedua kampung.

Dalam sambutannya, Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya yang mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan rakyat.

Menurutnya, pembangunan akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh semangat kebersamaan dan rasa memiliki dari masyarakat setempat.

Hal senada disampaikan Danramil 1209/Cibeureum Kapten Inf Andri Mulyono. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang menunjukkan kesiapan untuk bergotong royong dan membantu proses pembangunan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Tamansari yang diwakili Lurah Tamansari Iwan Kurniawan, SH, berharap keberadaan jembatan tersebut mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.

Dukungan penuh juga datang dari tokoh masyarakat setempat, Mumu, yang menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan yang telah lama menjadi harapan warga.

“Masyarakat sangat antusias. Banyak warga yang siap membantu tenaga dan ikut bergotong royong. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan ini,” ungkapnya.

Menjelang puncak acara, doa dipanjatkan kembali oleh Ajengan Yusuf Tajiri sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Pabung Kodim 0612/Tasikmalaya, Danramil 1209/Cibeureum, Lurah Tamansari, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tepukan tangan warga yang hadir mengiringi momen tersebut sebagai tanda dimulainya babak baru pembangunan di wilayah mereka.

Jembatan Garuda Merah Putih merupakan salah satu wujud pembangunan yang sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat infrastruktur hingga ke tingkat masyarakat. Namun lebih dari itu, jembatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih kuat ketika didukung oleh semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Di Tamansari, batu pertama yang diletakkan hari ini bukan sekadar awal pembangunan jembatan. Ia menjadi simbol bahwa ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat berjalan beriringan, maka jarak yang memisahkan bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Karena sejatinya, jembatan tidak hanya menghubungkan dua tempat, tetapi juga menyambungkan harapan banyak orang yang melintasinya.

Acepfebri

Related Posts: