Karawang , InspirasiRakyat.id – Proyek infrastruktur APBD di Desa Pancawati menuai sorotan tajam dan kritik keras. Berdasarkan temuan tim lapangan inspirasirakyat.id, proyek yang baru berjalan seminggu ini bukan hanya abai terhadap transparansi, tetapi juga diduga melakukan pelanggaran fatal terhadap standar konstruksi.

Sejak awal pelaksanaan, proyek ini sudah dicurigai memiliki niat terselubung. Proyek yang dimulai seminggu lalu hingga berita ini terbit (19 November 2025) hanya menampilkan papan informasi proyek selama satu hari.
Dugaan awal bahwa ada upaya sengaja untuk menyembunyikan informasi proyek kini terkonfirmasi seiring dimulainya tahapan krusial: pemasangan u-ditch ke lubang galian, yang berlangsung sejak 18 November 2025. Publik dan media kesulitan mengakses data rinci proyek, memicu pertanyaan besar: apa yang coba disembunyikan oleh pelaksana proyek?
Puncak dugaan pelanggaran terkuak saat tim media inspirasirakyat.id melakukan pemantauan langsung pada tahapan pemasangan beton u-ditch.
Temuan Lapangan yang Mencengangkan:
Saat hujan terjadi, wartawan inspirasirakyat.id sempat mengkonfirmasi langsung kepada salah satu pengawas lapangan berinisial E.
Wartawan: “Kang, ini gak akan bermasalah pemasangan u-ditch pada saat hujan?”
Pengawas U: “Gak apa-apa biar cepat beres,” jawabnya dengan keyakinan yang mengabaikan kaidah teknik.
Jawaban ini mengindikasikan adanya prioritas kecepatan di atas kualitas dan standar konstruksi, sebuah praktik yang merugikan uang rakyat.
Selain masalah pemasangan u-ditch, tim inspirasirakyat.id juga menemukan adanya jalan desa yang dibobok (dihancurkan). Padahal, seharusnya pelaksana proyek hanya mengambil bahu jalan dalam batas 1 meter, menunjukkan kurangnya perencanaan dan koordinasi dalam pelaksanaan.
Permasalahan pelanggaran pemasangan u-ditch tanpa dasar ini bukan hal baru. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), telah menyorot keras praktik serupa sebulan lalu melalui kanal YouTube-nya. Dalam video berjudul “Kontraktor Pasang Drainase Tanpa Lantai Dasar Bayar Upah Tak Sesuai Standar,” KDM menegur pengawas proyek, menjelaskan bahwa dasaran u-ditch wajib dipasang pasir dan dicor untuk menjamin kualitas dan daya tahan.

Temuan di Desa Pancawati ini seolah mengulang kembali praktik buruk yang sudah diperingatkan oleh tokoh publik.
Menyikapi temuan awal dan rentetan dugaan pelanggaran fatal ini, media inspirasirakyat.id bersama sejumlah aktivis berencana mengambil langkah hukum dan kelembagaan.
Dalam waktu dekat, mereka akan melayangkan surat informasi publik kepada Dinas terkait, PUPR, menuntut agar RAB (Rencana Anggaran Biaya) proyek yang diduga bermasalah ini dibuka secara transparan.
Langkah ini diambil untuk menguji apakah anggaran proyek sudah memperhitungkan item pekerjaan dasar seperti pasir urug dan pemadatan yang kini terbukti diabaikan di lapangan. Publik menanti ketegasan dari Dinas PUPR dalam menyikapi dugaan penyimpangan yang merugikan kualitas infrastruktur desa ini. ( Red/ Hana)