Cirebon, inspirasirakyat.id– Penemuan kontroversial NikubaInovasi Kontroversial Anak Bangsa Mendapat Pengakuan Internasional: Nikuba Karya Aryanto Dilirik Tiga Raksasa Otomotif Italia (Niku Banyu), sebuah perangkat yang diklaim mampu mengkonversi air menjadi hidrogen sebagai sumber bahan bakar alternatif, karya Aryanto Misel (67), seorang inovator asal Lemahabang Wetan, Cirebon, kini menarik perhatian dunia otomotif. Meskipun sempat menuai keraguan di dalam negeri, inovasi ini justru mendapatkan pengakuan dari tiga perusahaan otomotif terkemuka asal Italia.(09/04/2025)
Berdasarkan unggahan di akun 1nst4gr4m pribadi @aryantomisel pada Selasa, 4 Juli 2023, Aryanto mengklaim bahwa hanya dengan 1 cc air, sepeda motor dapat menempuh jarak hingga 40 kilometer. Pria yang telah mendedikasikan tujuh tahun terakhir untuk mengembangkan teknologi ini juga sempat menuliskan, “Nikuba Zero Emisi Uji di jalan tanjakan di Cililin Bandung oleh Anggota TNI Kodam Siliwangi, Dengan 1 cc air bisa menempuh jarak hingga 40Km, tenaga super maksimal.”
Dua pekan lalu, Aryanto Misel mendapatkan undangan prestisius untuk melakukan presentasi dan uji coba Nikuba Hidrogen di Italia. Program ini dilaporkan mendapatkan dukungan dari Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo. Didampingi oleh dua petinggi PT Octagon, Aryanto terbang ke Milan, Italia pada Jumat, 16 Juni lalu. Di sana, ia mendemonstrasikan cara kerja perangkat inovatifnya di hadapan perwakilan dari pabrikan otomotif ternama, yang dikabarkan termasuk Ducati, Ferrari, dan Lamborghini. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti potensi kerja sama yang terjalin.
“Nikuba ini berfungsi memisahkan hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang terkandung dalam air (H2O). Hidrogen yang telah terpisah kemudian dialirkan ke ruang pembakaran mesin kendaraan bermotor,” jelas Aryanto Misel, seperti dikutip dari tniad.mil.
Kolaborasi dan komitmen terhadap pengembangan Nikuba terus berlanjut melalui serangkaian uji coba. Sejumlah sepeda motor Babinsa Kodam III/Siliwangi telah memanfaatkan Nikuba, menghasilkan data penting untuk penyempurnaan lebih lanjut.
Mayjen Kunto Arief Wibowo menyatakan optimismenya terhadap potensi Nikuba, “Tiba saatnya Nikuba sebagai alternatif solutif akan mencoba terbang untuk dipresentasikan pada dunia. Meski memerlukan proses, namun ide, tindakan, komitmen, dan keyakinan terhadap Nikuba sebagai alternatif energi terbarukan dapat menjadi peluang di masa yang akan datang.”
Keraguan di Tanah Air Berbanding Terbalik dengan Pengakuan Internasional
Di tengah antusiasme pengakuan dari mancanegara, penemuan Aryanto sebelumnya sempat diragukan efektivitasnya oleh sejumlah pihak di dalam negeri.
Mengutip laporan brin.go.id, Peneliti Laboratorium Motor Bakar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arifin Nur, memberikan pandangannya terkait klaim air sebagai bahan bakar.
Arifin membenarkan secara ilmiah proses pemisahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen. “Itu memang benar, air bisa dipisahkan menjadi hidrogen dan oksigen, tapi bila dilihat dari efisiensinya itu tidak masuk,” ujarnya.
Menurutnya, pemisahan unsur air yang sangat stabil memerlukan energi yang sangat besar. Ia mencontohkan kasus serupa pada tahun 2012 yang diklaim dapat menghasilkan bahan bakar dari air, namun setelah pengujian oleh PT PLN, hasilnya tidak sesuai dengan klaim penemu. Arifin menilai temuan Aryanto Misel memiliki kemiripan prinsip kerja dengan penemuan sebelumnya, bahkan teknologi yang digunakan dinilai tidak lebih canggih.
“Untuk kasus ini bisa dilakukan pengujian di bengkel-bengkel motor dahulu kemudian dilanjutkan pengujian ke laboratorium yang berstandar agar mendapatkan jaminan yang benar,” pungkasnya.
Meskipun demikian, pengakuan dari tiga perusahaan otomotif bergengsi di Italia menjadi angin segar dan babak baru bagi pengembangan Nikuba, menunjukkan potensi inovasi anak bangsa untuk diakui di kancah global. Perkembangan selanjutnya dari potensi kerja sama ini tentu akan menjadi sorotan menarik.(Red/Dede.S)