Diskriminasi Pendidikan! Puluhan Siswa SMK Texmaco Karawang Gagal Ujian Semester Gara-Gara Nunggak Uang Bangunan

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Des 2025 09:51 0 669 REDAKSI

KARAWANG,inspirasirakyat.id – Ironi pendidikan kembali mencoreng dunia pendidikan di Tanah Air. Sebanyak 32 siswa kelas 10 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Texmaco Karawang terpaksa harus gigit jari dan gagal mengikuti Ujian Semester Ganjil serentak yang berlangsung pada 1-5 Desember 2025.

Alasan di balik penundaan ini sungguh miris: tunggakan pembayaran uang bangunan sekolah.

​Ketimpangan dan diskriminasi pendidikan akibat kendala materi terhadap peserta didik ternyata masih menjadi momok yang nyata. Dari total 50 siswa kelas 10, hanya 18 siswa yang diizinkan melaksanakan ujian semester secara normal bersamaan dengan sekolah menengah lainnya di Kabupaten Karawang. Ke-18 siswa ini dianggap telah melunasi kewajiban finansial mereka, sementara 32 siswa lainnya terancam ditunda ujiannya.

​Penundaan ujian ini bukan satu-satunya masalah. Sistem yang diterapkan oleh pihak sekolah bagi 32 siswa yang menunggak ini sungguh berbeda dan dinilai memberatkan.

​Seorang siswa yang enggan disebutkan namanya, yang masuk dalam kategori penunggak, membenarkan penundaan tersebut saat dihubungi media inspirasirakyat.id pada Kamis (04/12/2025).

​”Ya benar pak, kata pihak sekolah bukan tidak bisa ikut ujian, tetapi memang dari semua siswa yang belum lunas tunggakan, nanti ujian semesternya ditunda setelah yang 18 orang ini selesai,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jadwal ujian mereka nantinya akan dipadatkan secara ekstrem. Jika siswa yang normal rata-rata mengerjakan dua mata pelajaran sehari, 32 siswa yang tertunda ini harus menghadapi empat mata pelajaran per hari untuk mempersingkat waktu.

​”Berat juga sih pak, yang tidak nunggak rata-rata dua mata pelajaran, sedangkan kita mah empat, lumayan beurat sih ngapalkeun (lumayan berat untuk menghafal),” jelasnya dengan nada keberatan.

Rasa ketidakadilan ini juga dirasakan oleh para wali murid. Wali murid berinisial “R” mengungkapkan kekesalannya terhadap sistem sekolah.

​”Ya saya harap sekolah tidak memperlakukan kami seperti ini, rasanya tidak adil, anak kami harus mengikuti ujian dalam satu hari empat mata pelajaran, berat kan pak,” ujarnya kesal.

​Ia menyayangkan kebijakan sekolah yang memperlakukan anak didiknya secara berbeda hanya karena kekurangan materi atau terlambat membayar cicilan uang bangunan, padahal esensi pendidikan seharusnya merangkul semua peserta didik tanpa memandang status ekonomi.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak inspirasirakyat.id belum berhasil memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah SMK Texmaco Karawang terkait kebijakan diskriminatif ini, yang jelas-jelas menghambat hak puluhan siswa untuk mengikuti evaluasi belajar secara setara. ( Red/Hana Hardiana)

Related Posts: